Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Balas Budi

“Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.” – 1 Tim 5:4

Pada suatu hari setelah puas menyantap makanan, seekor singa yang besar tertidur di depan guanya. Ketika sedang bermimpi tentang hal-hal yang indah, dia merasakan sesuatu di bulu lehernya. Sambil terkantuk-kantuk, ia mengangkat cakarnya, dan menangkap seekor tikus kecil. “Grrr”, geram singa itu, “Apa yang kamu lakukan di bulu leherku? Aku akan memakanmu.” Rintih tikus kepadanya, “Oooo…jangan yang mulia. Mohon ampun tuan. Saya tidak tahu kalau tuan adalah seekor singa. Saya kira tuan adalah tumpukan jerami dan saya sedang mencari jerami yang bagus untuk sarang saya. Jika tuan mengampuni saya, maka saya akan membayarmu kembali suatu saat. Perbuatan yang baik harus mendapatkan balasan.” Singa itu akhirnya melepaskan tikus kecil tersebut.

Beberapa hari kemudian sekelompok pemburu sedang mencari singa untuk ditempatkan di kebun binatang. Mereka melihat jejaknya, lalu melemparkan jala yang besar ke atasnya. Setelah singa itu terjerat ke dalam jala tersebut, mereka lalu bergegas kembali ke kantor untuk mencari kurungan. Singa itu mengaum marah dan hutan itu bergetar karenanya. Tikus kecil itu mendengar dan berkata, “saya mengenali suara itu”. Dan ia pun berlari sekencang-kencangnya ke arah suara auman itu. Dia menemukan singa itu sudah terjebak di dalam tali jala dan mengaum keras sekali. “Diamlah tuan,” kata tikus itu. “Diam sajalah dan saya akan membereskan tali-tali ini.”

Tikus kecil itu menggigit – gigit tali itu sehingga singa itu bisa bebas, tepat pada saat pemburu itu kembali sambil membawa kurungan. “Saya sudah berkata bahwa saya akan membayar kembali jasa tuan pada suatu hari,“ kata tikus itu sambil tersenyum bangga. Seekor tikus pun ternyata mampu menolong singa.

Sobat talenta, dalam kehidupan ini, kita pasti pernah dibantu oleh orang lain. Karena sikap tolong menolong, pada dasarnya adalah suatu dasar yan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sekarang permasalahannya adalah bagaimana kita menyikapi hal tersebut pada waktu kita ditolong oleh orang lain. Apakah kita dengan mudah melupakan pertolongan orang lain dan menjadi manusia yang tidak tahu balas budi, ataukah kita menjadi manusia yang berterima kasih atas pertolongan itu, dan tidak melupakannya. Tidak hanya dengan sekeliling kita, lebih dari itu kita juga harus bisa membalas kasih Tuhan kepada kita dan jangan pernah melupakan kebaikan Tuhan. Hendaklah kita menjadi orang yang tahu berterima kasih atas setiap pertolongan yang sudah kita terima. Demikian pula kepada Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan kita. Jadi, marilah kita belajar untuk tidak melupakan kebaikan orang lain, dan juga tidak melupakan kebaikan Tuhan Yesus. Tetapi marilah kita belajar untuk bisa membalas budi orang lain dan membalas kasih Tuhan Yesus, yaitu dengan tidak lagi berbuat dosa, namun justru berusaha menyenangkan hati Tuhan. Bagaimana menurut anda?

Sumber: Renungan Inspirasi Talenta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s