Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Lakukan Yang Kita Bisa

“Segala yang terbaik dari minyak dan segala yang terbaik dari anggur dan dari gandum, yakni yang sebagai hasil pertamanya dipersembahkan mereka kepada Tuhan, Aku berikan kepadamu.” (Bilangan 18 :12)

Alkisah ada seorang lelaki tua renta tinggal di sebuah rumah pertanian. Sudah beberapa hari ini waktunya lebih banyak dihabiskan duduk termenung memandangi ladang yang kosong. Tenaganya sudah habis, ia hanya mampu menggali sedikit setiap hari sebelum ditanami kentang lagi. Istrinya sudah lama meninggal, anak semata wayangnya kini mendekam di penjara karena terlibat revolusi melawan pemerintah. Akhirnya lelaki tua ini menulis secarik surat untuk anaknya. “Joko, berapa lama lagi kamu harus mendekam di tahanan? Ayah kuatir tak sanggup menunggu hingga kamu bebas. Kamu tahu, kita hanya punya ladang sebagai penyambung hidup. Tetapi tenaga ayah sudah tak kuat lagi menggali tanah untuk ditanami kentang. Seandainya kamu ada di sini, hanya kamu yang masih punya tenaga untuk membantu ayah.”

Dua hari kemudian, ada surat balasan dari Joko, anaknya. “Ayah, jangan gali tanah di ladang. Ada timbunan senjata saya sembunyikan.” Ayahnya kaget mendengar kabar ini. Ia pun tak bisa tidur semalaman, ngeri membayangkan apa yang terjadi. Kekuatirannya terbukti, beberapa jam kemudian mobil – mobil polisi telah mengepung rumahnya. Pasukan tersebut membawa cangkul dan langsung menggali di setiap sudut ladang. Nihil. Tak ditemukan apa – apa. Mereka kembali pergi meninggalkan rumah lelaki tua ini. Dengan penuh kebingungan, lelaki tua ini pergi ke kantor pos dan kembali mengirim surat untuk anaknya. “joko, ayah tak mengerti. Apa maksudmu?” selang beberapa waktu kemudian, Joko membalas surat ayahnya. “Sekarang ayah bisa menanam kentang. Tanah sudah digali berkat bantuan polisi. Hanya ini yang bisa saya lakukan untuk menolong ayah. Salam sayang, Joko.”

Sobat Talenta, ada satu hal yang bisa kita pelajari dari kisah diatas, yakni seburuk apapun keadaan kita, ataupun semenderita apapun hidup kita, namun jika kita mau, kita tetap bisa melakukan yang terbaik untuk orang lain. Misalnya dalam Alkitab, masihkah kita ingat tentang seorang janda sarfat yang hidup dalam keterpurukan, dimana dalam rumahnya hanya tersisa segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli – buli dan selanjutnya ia tak tahu lagi harus berbuat apa untuknya dan keluarganya, namun saat nabi Elia datang ia masih tetap mau memberikan segenggam tepung itu untuk diolah menjadi roti bagi nabi Elia.

Ya, janda tersebut melakukan yang terbaik untuk orang lain saat ia sendiri dalam keterpurukan, dan sebagai akibatnya ia menuai berlipat kali ganda. Oleh karena itu Sobat Talenta, apapun keadaan kita saat ini, tetap kuat dan berdoa dan janganlah jemu – jemu untuk terus berbuat baik bagi sekeliling kita, karena terlepas dari apapun keadaan kita, selalu ada kesempatan untuk berbuat baik bagi orang lain dan selalu ada upah yang menanti kita di kemudian hari saat kita melakukan yang terbaik itu. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s