Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Doa Ayah

“Maka ia akan membuat hati bapa – bapa berbalik kepada anak – anaknya dan hati anak – anak kepada bapa – bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.” (Maleakhi 4 : 6)

Ada seorang anak tunggal dari sebuah keluarga sederhana. Sejak kecil ia sering dimarahi ayahnya. Di mata sang ayah, tak satupun yang dikerjakannya benar. Setiap hari ia berusaha keras untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan ayahnya, namun tetap saja hanya ketidakpuasan sang ayah yang ia dapatkan. Pada waktu ia berulang tahun ke -17, tak sepatah ucapan selamat pun keluar dari mulut ayahnya. Hal ini membuat anak itu semakin membenci ayahnya. Sosok ayah yang melekat dalam dirinya adalah sosok yang pemarah dan tidak memperhatikan dirinya. Akhirnya ia memberontak. Tak pernah satu hari pun ia lewati tanpa bertengkar dengan ayahnya. Beberapa hari setelah ulang tahun yang ke -17, ayahnya meninggal dunia akibat penyakit kanker yang tak pernah ia ceritakan kepada siapapun kecuali pada istrinya. Walau merasa sedih dan kehilangan, namun di dalam diri anak itu masih tersimpan rasa benci terhadap ayahbya. Suatu hari, ketika membantu ibunya membereskan barang – barang peninggalan almarhum, ia menemukan sebuah bingkisan yang dibungkus dengan rapi. Di atasnya tertulis, “Untuk Anakku Tersayang”. Dengan hati – hati diambilnya bingkisan tersebut dan mulai membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah jam tangan dan sebuah buku yang telah lama ia idam – idamkan. Di samping kedua benda itu, terdapat sebuah kartu ucapan berwarna merah muda, warna kesukaannya. Perlahan ia membuka kartu tersebut dan mulai membaca tulisan yang ada di dalamnya. Itulah tulisan tangan ayahnya, isinya : “Ya Tuhan, Terima kasih karena Engkau telag mempercayai diriku yang rendah ini. Untuk memperoleh karunia terbesar dalam hidupku berupa seorang anak yang luar biasa. Kumohon, ya Tuhan, jadikan buah kasih hamba-Mu ini orang yang berarti bagi sesamanya dan bagi – Mu. Jangan hanya Kauberikan jalan yang lurus dan luas membentang. Berikan pula jalan yang penuh liku dan duri, agar ia dapat meresapi kehidupan dengan seutuhnya. Sekali lagi kumohon ya Tuhan, sertailah anakku dalam setiap langkah yang ia tempuh. Jadikan ia sesuai sengan kehendak-Mu. Selamat ulang tahun anakku. Doa ayah selalu menyertaimu.”

Sobat Talenta, saat ini banyak keluarga hancur karena kehilangan figur ayah, karena pada dasarnya iblis sedang berusaha untuk mengalihkan hati anak – anak dari ayahnya. Hal ini, bisa membuat anak – anak akhirnya tidak dapat merasakan kasih Bapa yang ada di surga. Oleh karena itu, saat ini jika masih ada dalam kehidupan keluarga kita yang belum terpulihkan, hendaklah saat ini membuang setiap ego dan memulai pemulihan. Firman Tuhan berkata, “Hai bapa – bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.” Jadi, jangan biarkan anak – anak kita tersesat lebih jauh lagi dalam hati yang tawar kepada orang tua mereka. Dan saat ini, jika ada anak – anak yang membaca ini, saya mengajak untuk kembali mengingat kasih bapa dalam kehidupan kita, dan mulailah yakinkan pada diri kita bahwa apapun yang ayah atau orang tua kita lakukan, pasti itu yang terbaik untuk kita. Karena tidak ada satupun orang tua yang mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi dalam kehidupan anaknya. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s