Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Tuhan Memperhatikan

“TUHAN menetapkan langkah – langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya.” (Mazmur 37 : 23)

Brenda adalah seorang wanita muda yang diajak oleh teman – temannya untuk ikut dalam sebuah trip panjat tebing. Meskipun ia takut mati, dia tetap memutuskan untuk pergi. Terlepas dari rasa takut yang dia rasakan, Brenda mengenakan kostum bergerigi, berpegangan pada tali dan mulai memanjati bebatuan. Brenda harus meraih tepian batu agar bisa menarik nafas. Saat ia tergantung di sana, tali pengaman tiba – tiba terjatuh dari atas ke bagian bola mata Brenda dan membuat kontak lensanya terjatuh. Sementara posisinya berada di bagian tepi batu besar yang berjarak ratusan meter ke bawah dan masih tersisa ratusan kaki ke puncak tebing. Tentu saja dia terus mencari – cari, berharap kontak lensanya terjatuh di tepian batu. Setelah terus mencari, Brenda menyerah. Saat itu, dimana pandangannya sudah mulai kabur, dia mulai putus asa dan marah. Dia lalu berdoa dan meminta Tuhan untuk menolongnya menemukan kontak lensa tersebut. Ketika dia sampai di puncak, salah seorang temannya memeriksa matanya dan mencari – cari kontak lensa Brenda di bagian pakaian. Namun tetap saja kontak lensa tersebut tak juga ditemukan. Dia lalu duduk dengan perasaan sedih, menunggu saat mereka sedang beristirahat. Dia lalu memandang kesekitar pegunungan dan tiba – tiba terlintas sebuah Firman Tuhan dalam benaknya yang berkata, “Karena mata Tuhan menjelajah ke seluruh bumi…” Dia mulai berpikir, “Tuhan… Engkau bisa melihat semua pegunungan ini. Engkau tahu setiap bebatuan dan dedaunan, dan Engkau tahu orang asing di bawah sana.” Di bagian bawah tebing, terdengar keramaian. Suara ini berasal dari para pendaki yang baru tiba untuk memanjat tebing. Lalu salah satu dari mereka mulai berteriak, “Hei…kalian! Apakah ada seseorang yang kehilangan kontak lensa?” Hal yang cukup mengejutkan adalah bagaimana kontak lensa itu ditemukan, yaitu saat pendaki tersebut melihat seekor semut bergerak perlahan di bebatuan dan membawa kontak lensa tersebut. Kisah inilah yang diceritakan Brenda kepada semua orang. Dia menceritakan kisah itu dengan judul ‘seekor semut, doa dan kontak lensa’. Dia menggambarkan seekor semut yang menyeret – nyeret kontak lensanya dan berkata, “Tuhan, aku tidak tahu mengapa Engkau ingin aku membawa benda ini. Aku tidak bisa memakannya dan ini sangat berat. Tetapi jika ini dalah sesuatu yang Engkau inginkan dariku, aku akan membawanya untukMu.”

Sobat Talenta, melalui cerita di atas harusnya kita sadar arti penyertaan Tuhan. Lihatlah bahwa Tuhan memperhatikan setiap kita bahkan hingga hal – hal terkecil sekalipun. Namun yang sering terjadi saat ini adalah, ketika kita mengalami masa – masa sulit. Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan sudah tidak lagi memperhatikan atau mengasihi kita. Kita berpikir Tuhan sudah melupakan kita. Padahal justru kitalah yang sering melupakan bahwa, jalur hidup orang percaya telah ditetapkan oleh Tuhan. Jadi, jangan pernah takut dan gentar dalam menghadapi kehidupan ini, terutama di awal tahun ini, marilah kita kembali menyusun setiap perencanaan kehidupan kita dan biarlah Tuhan yang menuntun dan memperhatikan setiap kehidupan kita sesuai dengan jalanNya. Karena Tuhan tidak pernah melupakan kita, namun justru kitalah yang seringkali melupakan penyertaan Tuhan. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s