Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Hal yang Baik

“Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu : Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”
(Lukas 6 : 42)

Ini adalah kisah dari sebuah keluarga kristen yang memiliki seorang anak laki – laki yang sangat nakal. Saat kebaktian keluarga, sang ayah mendoakan anak itu dan menyebutkan beberapa hal buruk yang telah dilakukannya. Tak lama kemudian, sang ibu mendengar anak berusia 6 tahun itu menangis tersedu – sedu. Saat ibunya bertanya mengapa ia menangis, anak itu beraeru, “Ayah selalu memberitahukan hal – hal buruk tentang saya kepada Allah. Tapi, ia tidak pernah memberitahukan kepada Allah, hal – hal baik yang sudah saya lakukan!”

Sobat Talenta, melihat kelemahan orang lain adalah hal yang memang mudah untuk kita lakukan, karena memang itulah sifat dasar manusia. Memang sudah menjadi kebiasaan atau mungkin sifat manusia untuk mencari kambing hitam ketimbang memeriksa diri sendiri terlebih dahulu.

Mulai saat ini, marilah kita belajar untuk tidak hanya melihat kelemahan dan keburukan seseorang, namun biarlah kita juga bisa melihat kebaikan seseorang dan tidak melupakannya, karena jika hal itu bisa kita lakukan maka kehidupan kita pun juga akan menjadi lebih bahagia. Mengapa bisa begitu? Mari kita renungkan, jika kita selalu melihat sisi buruk seseorang tanpa kita pernah melihat sisi baik orang tersebut, dapatkah kita menjadi seorang sahabat atau teman? Marilah kita menjadi orang Kristen yang selalu bersikap positif dan berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Biarlah kita menjadi pribadi yang lebih suka membicarakan kebaikan daripasa keburukan orang lain.

Karena warna apa yang kita lihat dalam hidup ini, entah itu warna terang ataukah warna gelap, semuanya hanya tergantung dari “kacamata” yang kita gunakan, yaitu apakah kita mengenakan “kacamata” hitam atau gelap ataukah kita mengenakan “kacamata” yang putih atau bening. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s