Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Di Kenang Orang

life“Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk” (Amsal 10 : 7)

Suatu lukisan di sebuah candi kuno menggambarkan tentang seorang raja yang sedang menempa sebuah rantai dari mahkotanya. Sementara itu, di dekatnya, digambarkan seorang budak juga sedang mengubah rantai menjadi mahkota. Di bawah lukisan itu terdapat prasasti yang berbunyi demikian : “Hidup adalah apa yang seseorang perbuat tidak peduli dengan apa Ia melakukannya.”

Kita mungkin dilahirkan dengan “bahan – bahan” yang sudah pasti, seperti tukang roti yang menemukan bahan – bahan pokok seperti gandum, gula, dan minyak di dapurnya, tetapi apa yang kita buat dengan talenta dan kemampuan yang Allah sudah berikan kepada kita bergantung kepada kita sendiri!

Mari menjalani hidup kita dengan benar, sehingga kita tidak mengubah mahkota (talenta/kemampuan) kita menjadi sebuah rantai yang rendah nilainya, namun biarlah kita justru mampu mengubah setiap rantai (talenta/kemampuan) kita yang mulanya tampak tidak berarti dan tidak bernilai, menjadi sebuah mahkota yang amat indah dan bernilai tinggi. Biarlah sebuah puisi anonim di bawah ini, dapat memberikan semangat dalam kehidupan kita :

Bukan – bagaimana seseorang itu mati? Melainkan bagaimana seseorang itu hidup?

Bukan – apa yang seseorang itu peroleh? Melainkan apa yang seseorang itu berikan?

Inilah satu rangkaian kata untuk mengukur arti seseorang sebagai manusia, memperhitungkan kelahirannya.

Bukan – apa tujuannya? Melainkan – apakah ia memiliki hati?

Dan bagaimana ia memainkan peran yang Allah berikan kepadanya?

Apakah ia siap dengan kata – kata ceria yang memancarkan kebaikan, menebar senyum, dan menghapus ketakutan?

Bukan dimana ia beribadah? Bukan apa aliran doktrinnya? Melainkan apakah ia sudah menjadi teman bagi mereka yang membutuhkan?

Bukan apa yang tertulis dalam surat kabar? Melainkan berapa banyak orang yang mengisi kepergiannya saat ia meninggal?

Jadi mari menempa talenta dan kemampuan yang sudah Tuhan percayakan kepada kita, dan jadilah berkat bagi sekeliling kita. Karena, Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s