Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Yang Menjadi Masalah Bukanlah Masalah

painting“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4 : 13)

Di sebuah daerah yang kumuh, tampak seorang tukang cat sedang membersihkan sederetan tembok yang begitu kotor karena dicorat – coret oleh anak – anak nakal di sekitar daerah itu. Setiap orang yang lewat, merasa heran dan bertanya – tanya, mengapa tukang cat itu mau melakukan pekerjaan itu, padahal mereka tahu bahwa tidak lama kemudian, tembok yang telah dibersihkannya itu akan kembali dicorat – coret oleh anak – anak nakal yang kurang kerjaan.
Karena tidak tahan, seseorang yang sedang lewat, tiba – tiba berhenti dan bertanya, “Pak, apakah Bapak tidak bosan membersihkan tembok itu. Bukankah nanti tembok itu akan kotor kembali?
Tukang cat itu, berhenti sejenak, memandang orang itu, lalu sambil tersenyum justru bertanya, “Apakah tadi anda sudah sarapan?”
Walaupun heran atas pertanyaan itu, orang tadi menjawab juga, “Ya, saya sudah makan, memangnya kenapa pak?”
Dengan tersenyum, kembali tukang cat itu berkata, “Seharusnya anda tidak perlu sarapan, toh nanti lapar lagi.”
Ya, apakah saat ini kita sedang merasa jenuh dan putus asa dengan berbagai masalah yang datang menghampiri kita? Hampir setiap hari ketika kita bangun di pagi hari selalu ada yang harus kita selesaikan dan selalu ada masalah yang harus kita hadapi. Mungkin masalah yang satu berhasil diselesaikan, namun muncul masalah ke dua, masalah kedua berhasil diselesaikan namun kini muncul masalah ketiga, masalah ketiga, sudah selesai, segera muncul masalah ke empat, ya, itulah kehidupan, namun apakah dengan demikian kita lalu putus asa dan bersikap pesimis, sehingga kita tidak peduli lagi dengan masalah – masalah yang kita hadapi karena kita merasa sedang melakukan pekerjaan yang sia – sia?
Ingatlah, selalu, bahwa setiap masalah yang diijinkan Tuhan untuk datang dalam kehidupan ini, bukan bermaksud untuk mencelakakan kita, namun bertujuan untuk semakin mendewasakan kita dan membuat kita semakin bijaksana.
Jadi, yang menjadi masalah adalah : bukan seberapa banyak masalah yang sedang kita hadapi, tetapi seberapa banyak kita berharap dan bergantung kepada Tuhan Yesus untuk menyelesaikaan semua masalah tersebut. Jangan berdoa supaya hujan tidak turun, namun berdoalah supaya Tuhan memberikan payung dan jas hujan bagi kita di saat hujan turun. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s