Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Lalu…?

whats-next“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal” (II Korintus 4 : 18)

Pada abad ke – 16, seorang saleh bernama St. Philip terlibat sebuah percakapan dengan seorang pemuda yang ambisius. Pemuda ini berkata, “Orangtua saya akhirnya menyetujui rencana saya untuk masuk sekolah hukum!”
Philip hanya menanggapinya dengan sebuah pertanyaan, “Lalu bagaimana?”
Dan pemuda ini kembali menjawab, “Lalu saya akan menjadi seorang ahli hukum!”
“Lalu?” Kejar Philip.
“Lalu saya akan mendapatkan banyak uang, membeli sebuah rumah pedesaan, membeli kereta dan kuda – kuda, menikahi seorang wanita cantik, dan menjalani hidup yang menyenangkan!” Jawabnya.
Lagi – lagi Philip bertanya, “Lalu?”
“Lalu…” Untuk pertama kalinya pemuda itu mulai merenungkan tentang kematian dan kekekalan. Ia menyadari bahwa ternyata ia tidak melibatkan Allah dalam rencana – rencananya, dan membangun hidupnya di atas nilai – nilai yang fana.
Sobat Talenta, cerita di atas bukan mengatakan bahwa mengejar impian adalah salah. Tetapi, jika impian untuk menjadi sukses menjadi tujuan utama, maka apa yang kita lakukan belum tepat. Karena, pada akhirnya setiap manusia akan kembali kepada Bapa dan kita harus mempersiapkan hal tersebut. Baik anak muda maupun orang tua memang harus membuat berbagai perencanaan hidup yang penting dan matang. Namun, marilah kita senantiasa mengingat kekekalan dengan selalu mengarahkan diri kita pada pertanyaan, “Lalu apa?” Atau What Next? Ingatlah dengan pasti bahwa ukuran kekayaan sejati kita bukanlah harta benda kita di dunia tetapi terhadap harta yang kita miliki di surga nanti. Karena kalau kita sadar bahwa apa yang kita miliki dan hidup ini adalah milik Tuhan, maka sudah sepatutnya kita gunakan milik kita dan hidup kita untuk memuliakan nama Tuhan.
Jadi, jangan hanya memikirkan dan terpaku pada yang kelihatan, karena yang kelihatan hanyalah bersifat sementara, namun mari kita juga lebih sering memikirkan dan memprioritaskan yang tak kelihatan, yaitu kehidupan kita selanjutnya di kekekalan, karena yang tak kelihatan justru itulah yang bersifat kekal. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s