Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Jangan Iri Hati

“TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing – masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.” (Amsal 16 : 4)

Hari kenaikan kelas sebentar lagi tiba. Ada banyak kegembiraan dimana – mana. Persiapan untuk berbagai acara kenaikan kelas terjadi di sebuah sekolah. Andreas adalah salah seorang anak laki – laki yang menantikan hari itu. Kelasnya akan menyuguhkan drama, dan ia berharap dipilih untuk sebuah peran dalam drama itu. Hari demi hari berlalu, ia membicarakan itu dengan ibunya tentang peran yang mungkin diberikan kepadanya, dan seberapa baik ia akan bermain. Ibunya, sebenarnya, memiliki ketakutan sendiri. Ia merasa bahwa anaknya tidak mungkin dipilih untuk memainkan sebuah peran, dan ia takut bahwa anaknya mungkin akan sangat kecewa. Pada hari pemilihan peran untuk bermain drama, ibu Andreas menjemput anaknya di sekolah seperti biasa. Ia sangat ingin mengetahui hasil seleksi. Saat ia melihat anaknya berlari ke arahnya, mata anaknya menyorotkan kebanggaan dan kegembiraan. Melihat anaknya begitu bahagia, ia merasa yakin bahwa anaknya telah dipilih untuk sebuah peran dalam drama nanti.

“Mama,” jelas Andreas, “Saya telah terpilih untuk bertepuk tangan dan bersorak!”

Melihat sikap Andreas yang tetap bersemangat dan bersukacita, air mata bergulir di mata ibunya. Ia penuh dengan kebanggaan pada anaknya dan belajar bahwa kita harus puas karena sudah mendapatkan suatu peran, sekalipun mungkin bagi manusia, peran itu tampak “kecil dan tak berarti”.

Sobat Talenta, dalam dunia ini kita memiliki peran masing – masing dalam menjalani hidup. Tidak bisa seorang yang memiliki peran sebagai dokter digantikan oleh seorang arsitek. Demikian juga sebaliknya, ataupun berbagai peran yang lain. Saat ini bayangkan dalam kehidupan kita, jika semua menjadi gembala di sebuah gereja, siapa yang akan mencari dana untuk gereja, siapa yang akan menginjili untuk gereja dan siapa yang akan menjadi pendoa serta lain sebagainya. Atau jika di dapur semua berperan sebagai kuali, bagaimana kita bisa makan, memasak dan lain sebagainya. Jadi hari ini, marilah kita merenungkan dan kembali bertanya kepada Tuhan peran apa yang ingin Ia mainkan dalam kehidupan kita, dan mari belajar untuk mengikuti setiap alur cerita Tuhan karena itulah yang terbaik.

Mari berhenti untuk merasa iri dengan orang lain karena kehidupannya lebih baik dari kita atau lain sebagainya. Karena semua orang mempunyai peran dan bagiannya masing – masing. Mungkin dimata manusia, peran kita tampak biasa saja, atau bahkan tak berarti. Tapi di mata Tuhan , setiap peran entah itu peran yang “besar” ataupun “kecil” adalah sama pentingnya, dan sama berartinya. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s