Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Berjalan Dalam Terang Kristus

pohon“TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu.” (Keluaran 13 : 21 – 22)

Suatu ketika seorang ayah sedang dalam perjalanan dengan puteranya, ketika melewati sebatang pohon kayu tinggi, tiba – tiba si ayah mempunyai hal yang menarik untuk diperbincangkan dengan anaknya itu. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut. “Anakku,” ucap sang ayah tiba – tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang ayah paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.

“Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?” Lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.

“Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,”jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian. “Bagus,” jawab spontan sang ayah.”Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba – tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas. “Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,” jelas sang ayah. “Anakku,” ucap sang ayah sambil tiba – tiba tangan kanannya meraih punggung puteranya.. “Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah begitu berkesan. Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang – lubang yang muncul di luar dugaan. Pepohonan, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan. “Jadikan dirimu seperti pohon. Walaupun dalam keadaan apa pun, tetaplah lurus mengikuti cahaya kebenaran.”

Sobat Talenta, apa yang menjadi panutan atau tujuan hidup kita? Sudahkah kita berjalan menuju cahaya Kristus atau kita berjalan menuju arah sebaliknya? Pernahkah kita sadar akan arah tujuan kita. Mari kita renungkan bersama kisah bangsa Israel yang berjalan dalam tuntunan Kristus. Sudah seharusnya kehidupan kita orang percaya juga seperti itu, yakni berjalan menuju kebenaran. Ingatlah apa yang pernah dikatakan Firman Tuhan, “Kuduskanlah kamu sebab Aku kudus.” Intinya adalah kita harus mengikuti teladan Kristus dalam apa yang kita lakukan. Jangan menyerah jika dalam pengiringan kita, mungkin kita pernah terjatuh. Karena upah yang besar pasti akan menanti kita jika kita tidak menyerah. Jadi, mulai hari ini, mari kita mengambil suatu komitmen bahwa kita akan mengarahkan hidup kita hanya kepada cahaya kebenaran, yaitu Tuhan Yesus Kristus, supaya kehidupan kita dapat terus bertumbuh, menjadi kuat dan kokoh karena mengikuti kebenaran Tuhan Yesus. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s