Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

K E B I A S A A N

habit“Janganlah kamu hidup menurut kebiasaan bangsa yang akan Kuhalau dari depanmu : karena semuanya itu telah dilakukan mereka, sehingga Aku muak melihat mereka” (Imamat 20 : 23)

Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah. Setelah semuanya siap, kemudian Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya. Panglima mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran. Dengan wajah berseri – seri penuh kebanggaan, panglima berucap, “Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian?” Di antara kata – kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba – tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, “Panglima memang hebat! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih.”

Sontak panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya – tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, “Tunggu sebentar!” Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut! Panglima dan rakyat tercengang. Kini mereka juga bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, “Itu hanya keahlian yang didapat hamba dari kebiasaan yang terlatih! Sama seperti keahlian Tuanku panglima. Karena suatu keahlian pada dasarnya hanyalah suatu kebiasaan yang diulang secara terus menerus.”

Sobat Talenta, dalam kehidupan ini kita seringkali dipengaruhi oleh kebiasaan. Entah itu kebiasaan baik ataupun kebiasaan yang buruk. Pada akhirnya nanti, hal ini akan mempengaruhi kita dan menjadikan kita ahli dalam melakukannya. Sebagai contoh sederhana, jika kita terbiasa berbohong, maka suatu hari nanti tidak menutup kemungkinan kita akan menjadi penipu – penipu ulung. Atau misalnya jika kita terbiasa membantu sesama, maka itu akan menjadikan kita ahli dalam menolong orang lain. Semuanya tergantung dari gaya hidup dan kebiasaan kita masing – masing. Jadi, manakah yang kita pilih, melakukan kebiasaan yang baik atau kebiasaan yang buruk. Menjadi ahli dalam hal – hal yang baik sehingga berujung pada surga kekal, atau menjadi ahli dalam hal – hal yang buruk dan berujung pada maut? Karena suatu keahlian pada dasarnya hanyalah suatu kebiasaan yang diulang secara terus menerus. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s