Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Bibit yang Bertumbuh

pohon“Berkatalah Daud kepada Saul : “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” (I Samuel 17 : 32)

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam – dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas – tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk – pucuk daunku.”

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang. Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika ku teroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas – tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput – siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, tidak boleh begitu. Jauh akan lebih baik jika aku berdiam diri saja dan menunggu sampai semuanya aman.” Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian. Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, yang masih tak berakar dan tak bertunas sehingga menjadi makanan kesukaan si ayam yang mencaploknya dengan segera, dan kini bibit yang kedua lenyap tanpa bekas, hancur lebur dalam perut sang ayam.

Sobat Talenta, dalam hidup ini mungkin saja kita menghadapi tantangan, tantangan untuk membuat kita semakin maju. Mari kita renungkan bersama, bila kita hanya berdiam diri saja tanpa melakukan apapun, bisakah kita mendapatkan hasil yang maksimal. Jawabannya tentu tidak bisa. Oleh karena itu, jika kita menginginkan kehidupan kita semakin baik, pelayanan kita semakin maju, marilah kita mulai bergerak. Ya, kita harus bergerak bersama dengan tuntunan Roh Kudus. Jangan seperti bibit kedua dalam kisah di atas. Tahu ada potensi untuk tumbuh, namun memilih untuk diam sampai semuanya aman dan nyaman.

Segala Potensi, talenta, dan kemampuan sudah ada dalam kehidupan kita pribadi lepas pribadi, pertanyaannya adalah, apakah kita hanya diam saja, sambil menunggu dan terus menunggu hingga tak ada tantangan, ataukah kita mau bergerak dan mencapai kemenangan?

Seperti Daud yang maju melawan Goliat, demikian juga kita harus maju dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan ini. Karena Firman Tuhan juga berkata orang malas tak berhak untuk makan. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s