Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Bangkit dari Kesalahan

success“Saudara – saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan : aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,” (Filipi 3 : 13)

Suatu kali seorang pemain musik muda mengadakan konser perdana. Setelah konser selesai, ia dicela habis – habisan oleh para kritikus sehingga sedih dan depresi. Melihat hal itu, Jean Sibelius, komposer Finisia yang terkenal, menghibur dia. Sambil menepuk – nepuk pundaknya, ia berkata, “Ingat Nak, tidak satu pun kota di seluruh dunia yang mendirikan patung penghargaan untuk kritikus.” Orang yang baru pertama kali tampil biasanya melakukan banyak kesalahan sehingga banyak dikritik dan ditolak.

Tahun 1954, Jimmy Denny, manajer Grand Ole Opry memecat Elvis Presley setelah pertunjukan dan berkata, “Kamu tak akan terkenal, Nak. Sebaliknya kembali jadi sopir truk saja.” Namun apa yang terjadi? Tanpa mempedulikan perkataan itu, Elvis Presley terus berusaha dan berhasil menjadi penyanyi terkenal yang merupakan salah satu legenda di dunia musik hingga kini.

Tahun 1959, petinggi Universal Pictures memecat Clint Eastwood karena giginya cuwil, jakunnya menonjol, dan bicaranya terlalu pelan. Namun apa yang terjadi? Tanpa mempedulikan pemecatan itu, Clint Eastwood terus berusaha dan menjadi salah satu actor termahal hingga kini.

Tahun 1962, perusahaan rekaman Deka menolak 4 pemuda yang bermain dengan gugup untuk rekaman pertamanya. Mereka berkata, “Kami tidak suka mereka, kelompok gitaris yang tidak begitu populer.” Keempat pemuda itu adalah The Beatles. Kini mereka juga menjadi salah satu legenda musik di dunia.

Yang menjadi persamaan dari semua orang – orang yang kita baca kisahnya diatas adalah : mereka sama – sama pernah membuat kesalahan sehingga menerima penolakan pada awalnya. Mereka sama – sama menerima ejekan dan kritikan akibat kesalahan yang mereka lakukan, bahkan mungkin juga hinaan pada awalnya. Namun mereka juga mempunyai persamaan yaitu : mereka tidak patah semangat, mereka tidak mau menyerah, mereka tidak mau tenggelam dalam kesalahan yang mereka lakukan, dan terus memperbaiki diri, hingga akhirnya, sejarah membuktikan, mereka semua pada akhirnya menjadi orang yang sukses dan berhasil.

Sobat Talenta, apakah saat ini kita menerima ejekan dari orang lain, hinaan dan kritikan yang mungkin membuat kita menjadi lemah, minder dan tidak percaya bahwa kita mampu dan bisa berhasil? Mungkin karena kesalahan yang kita lakukan, atau mungkin juga karena kelemahan atau kekurangan yang kita perbuat. Jangan pernah menyerah, siapakah orang yang tidak pernah membuat kesalahan? Semua orang pernah membuat kesalahan, tapi sebagian orang tenggelam dalam kesalahannya dan terus meratapi diri sehingga akhirnya dirinya ikut tenggelam ditelan waktu. Namun sebagian lagi bangkit dari kesalahannya, melupakan apa yang telah berlalu, memulai lagi dengan semangat dan harapan yang baru sehingga akhirnya dirinya muncul menjadi pribadi – pribadi yang berhasil dan akhirnya dikagumi banyak orang. Jadi mari terus memperbaiki diri. Mari terus meng – “upgrade” kemampuan diri dan karakter kita, karena yang terpenting bukan apa yang sudah terjadi dan sudah berlalu, namun bagaimana kita terus mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapan kita. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s