Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Memperbaharui Diri

life“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12 : 2)

Di sebuah restaurant di San Francisco, ada seorang konsultan yang heran melihat keramaian Chinese Restaurant Lie Po. Dia mencoba makan disana pada sebuah siang yang ramai sekali. Pelayan restaurant dengan ramah melayaninya, sang konsultan memesan ‘Orange Chicken with Rice’, dan meminta minuman ‘Coke Zero’. Namun pelayan berkata, “Maaf. Kami kontrak dengan Pepsi, dan tidak menjual produk Coca Cola. Apakah dapat kami tawarkan Diet Pepsi?”

Sang konsultan menolak, dan meminta air putih saja. Ketika dia sedang makan, tiba – tiba ada seorang berpakaian rapi membawa ‘Coke Zero’ dan es batu, dan menaruh di depan pelanggan itu dan berkata sambil tersenyum, “Tadi anda menginginkan Coke Zero kan?…ini untuk anda”. Lalu pria itu pun berlalu. Sang konsultan meminum dengan puas dan memanggil pelayan yang tadi melayaninya, sambil bertanya, “Loh, bukannya tadi anda mengatakan anda terikat kontrak dengan pepsi, tetapi ini ada Coca Cola?”

Pelayan tadi menjawab, “Maaf pak, tadi manager kami membelikannya di pasar swalayan di seberang dan bukankah kami juga tidak menjualnya namun, memberikannya secara gratis sebagai bentuk pelayanan kami, jadi itu diperbolehkan, demi untuk memenuhi kebutuhan bapak.” Rupanya itulah yang menjadi rahasia keberhasilan dari restaurant tersebut.

Sobat Talenta, bila sebuah restaurant saja bisa memuaskan kebutuhan pelanggan-nya, sekalipun ada peraturan yang mengikat, bagaimana dengan gereja?, apakah gereja bisa menjadi jawaban atas pertanyaan dan permasalahan kehidupan dari orang – orang yang membutuhkannya? Ataukah gereja hanya terpaku dengan “menu ibadah” atau format ibadah yang tetap dari waktu ke waktu, sehingga tidak dapat menjadi jawaban atas permasalahan hidup yang terus berkembang dari waktu ke waktu? Demikian pula dengan kehidupan kita. Sudahkah kehidupan kita menjadi berkat atau jawaban bagi kebutuhan orang lain di sekitar kita? Sudahkah kehidupan kita dapat memenuhi kebutuhan akan rasa lapar rohani yang sedang terjadi di dunia ini? Mari kita tidak lagi terpaku pada tradisi atau kebiasaan, namun mari terus memperbaharui diri dibawah tuntunan Roh Kudus, karena dunia ini terus berubah dan setiap persoalan yang dihadapi oleh manusia di dalamnya juga tidak akan pernah sama dan akan terus berubah dari waktu ke waktu. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s