Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Lebih dari Pemenang

chest“Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang – orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita” (Roma 8 : 37)

Dahulu kala ada seorang Jendral yang sangat menyukai permainan catur dan beliau adalah pemain catur yang sangat handal, namanya adalah Jenderal Tso. Suatu hari, Jendral Tso dalam perjalanan dinasnya, melihat sebuah gubuk yang pada dindingnya tergantung papan bertuliskan “Pecatur Terbaik Dunia.” Tentu saja hal ini membuat sang Jendral tidak puas, dengan penasaran ia segera menghampiri gubuk tersebut dan menantang pemilik gubuk untuk bermain catur, dan ternyata sang Jendral dapat memenangkan seluruh tiga set yang mereka mainkan.

Melihat kemenangannya, sang jendral meminta agar pemilik gubuk mencopot papan itu dan beliau melanjutkan perjalanannya bersama anggota yang lain. Namun, dalam perjalanan pulang, sang Jendral yang melewati gubuk itu lagi, kembali menemukan bahwa papan “Pecatur Terbaik Dunia” belum juga dicopot, dengan rasa penuh penasaran dan mulai marah, masuklah dia dan menantang pemilik gubuk itu untuk bermain catur lagi.

Namun kali ini hasilnya sangat mengejutkan sang Jendral, dia kalah telak tiga kali berturut – turut. Sang Jendral sangat terkejut, dan mulai bertanya – tanya dalam hatinya. Melihat kegelisahan sang jendral, pemilik gubuk itu dengan bijaksana berkata, “Pada waktu yang lalu, saya tahu anda sedang dalam perjalanan melaksanakan tugas negara, maka saya tidak mau mengalahkan anda untuk menjaga semangat juang anda, namun sekarang anda telah kembali dalam kondisi telah sukses melaksanakan tugas anda, tentu saja saya melayani tantangan anda sesuai dengan kemampuan saya yang sebenarnya. Saya tidak akan mengalah lagi”.

Sobat Talenta, itulah yang bisa kita artikan sebagai lebih dari pemenang. Dimana seorang yang lebih dari pemenang, ia bisa mengendalikan kemampuan atau apa yang ia miliki dan menunjukkannya pada saat yang tepat. Tidak semua persoalan harus kita tanggapi dengan marah dan sesegera mungkin, namun ada kalanya kita hanya harus duduk diam dan melihat semuanya, hingga saat yang tepat bagi kita untuk menyelesaikannya. Ingatlah sebuah pepatah yang berkata : mengalah bukan berarti kalah. Namun, seberapa banyak kita sebagai orang percaya bisa melakukannya? Biarlah setelah kita membaca kisah di atas, kita bisa belajar untuk mengambil keputusan yang benar, yakni tahu kapan kita menunjukkan kemampuan dan keahlian kita dan tahu kapan kita menyimpannya atau dengan kata lain kita bisa mengelola talenta, skill atau semua keahlian yang Tuhan berikan dengan cara yang benar dan disaat yang tepat.

Karena seorang pemenang hanya tahu cara menggunakan kemampuannya untuk selalu memenangkan pertandingan, namun seorang yang lebih dari pemenang mempunyai hikmat dan kebijaksanaan untuk menggunakan kemampuannya dengan cara yang benar dan disaat yang tepat. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s