Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Jangan Mau Menyimpan Yang Tidak Baik

emotions“Oleh sebab itu, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan memperlakukan engkau seperti engkau memperlakukan mereka dalam murkamu dan cemburumu, yang timbul dari kebencianmu terhadap mereka; dan Aku akan menyatakan diri kepadamu pada saat Aku menghakimi engkau.” (Yehezkiel 35 : 11)

Suatu hari seorang lelaki pemarah menemui sang Kakek yang bijaksana. Ketika datang, ia pun langsung marah – marah kepada sang kakek dengan kata – kata kasar. Dengan sabar dan tenang, sang kakek hanya mendengarkan si pemuda tersebut. Akhirnya pemuda itu berhenti memaki dan kakek itu lalu bertanya kepadanya, “Anak muda, jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu?”
Anak muda itu dengan kesal menjawab sang kakek yang bijaksana tersebut, “Sungguh – sungguh itu pertanyaan yang bodoh. Ya, semua orang pasti tahu bahwa itu akan tetap saja menjadi milik si pemberi.”
Lalu sang kakek melanjutkan dengan berkata, “Begitu pula dengam kata – kata kasarmu, aku tidak mau menerima apalagi menyimpannya dalam hatiku, jadi itu adalah milikmu. Kamu harus menyimpannya sendiri. Aku mengkhawatirkan kalau nanti kamu harus menanggung akibatnya, karena kata – kata kasar hanya akan membuahkan penderitaan. Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludahnya hanya akan kembali jatuh mengotori wajahnya sendiri.”
Pemuda itu mendengarkan Sang Kakek dan merasa malu. Ia meminta maaf dan kemudian pergi.

Sobat Talenta, dalam kehidupan ini, ada begitu banyak orang yang mudah marah dan mudah sekali berkata – kata kasar dan melampiaskan amarahnya dengan sembrono. Bahkan mungkin saja kita juga pernah menerima perlakuan atau kata – kata kasar dari mereka, entah itu teman atau pun orang lain. Yang menjadi pertanyaan penting adalah, apakah kita mau “menerima” semua perlakuan buruk itu dengan cara menyimpannya dalam hati dan pikiran kita, sehingga kita lalu merasa pahit hati, bahkan tak jarang justru ikut marah dan kesal hati?

Atau apakah kita mau “menolak” itu semua dengan jalan tidak menyimpannya dalam hati, membiarkannya berlalu begitu saja, dan terus melanjutkan hidup?

Memang untuk menjadi bijaksana tidaklah mudah, perlu kekuatan dari Roh Kudus, namun biarlah kita terus berusaha dan terus mengandalkan pertolongan Tuhan untuk membiarkan hal – hal yang buruk atau semua perlakuan yang tidak baik berlalu dari pikiran kita, berlalu dari hidup kita, dengan tidak mau menerimanya yaitu dengan jalan tidak menyimpannya, tidak mengingat – ingatnya lagi dan terus melanjutkan kehidupan kita. Karena, walaupun seseorang memberi kita sesuatu yang buruk, tapi kalau kita tidak mau menerimanya, hal itu akan kembali kepada si pemberi. Sama seperti seseorang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya, maka ludahnya hanya akan jatuh kembali dan mengotori wajahnya sendiri. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s