Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Allah Dalam Persembunyian

heart“Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!.” (I Petrus 3 : 15a)

Sebuah Legenda bercerita tentang bagaimana pada suatu waktu, Allah tiba – tiba ingin bersembunyi di dalam ciptaanNya. Allah kemudian berpikir apa cara yang terbaik untuk melakukan itu. Para malaikat berkumpul di sekitarnya.

“Saya ingin menyembunyikan diri saya di dalam ciptaan saya,”kata Allah kepada mereka. “Saya perlu mencari tempat yang tidak akan mudah ditemukan, sehingga dalam pencarian mereka, manusia boleh terlebih dahulu berkembang secara spiritual dan pengertian.

“Kenapa anda tidak bersembunyi jauh di dalam bumi?” Saran malaikat yang pertama.

Tuhan merenung sejenak kemudian menjawab, “Tidak! Itu bukan ide yang baik. Mereka tidak akan memerlukan waktu lama untuk mengetahui cara menambang dan menemukan seluruh harta karun di dalam bumi. Mereka akan menemukan saya dalam sekejap dan mereka tidak punya cukup waktu untuk berkembang.

“Mengapa anda tidak bersembunyi di dalam bulan?” Saran malaikat kedua.

Allh memikirkan ide ini untuk beberapa saat lalu berkata, “Tidak! Ini akan memakan waktu sedikit lama tetapi tidak cukup lama sebelum akhirnya mereka menemukan cara terbang keluar angkasa. Mereka akan mendarat ke bulan, mengeksploitasi rahasianya, dan pada akhirnya mereka dapat menemukan saya dalam waktu yang terlalu cepat. Sehingga mereka belum mempunyai waktu yang cukup untuk berkembang secara spiritual.”

Malaikat – malaikat itu mulai kehabisan akal tentang ide tempat bersembunyi. Mereka hening untuk beberapa saat. Tiba – tiba…

“Saya tahu!” Seru salah satu malaikat akhirnya. “Kenapa anda tidak bersembunyi dalam hati mereka? Mereka tidak akan pernah berpikir untuk mencari anda di sana.

“Tepat sekali!” Kata Allah. Allah senang sekali menemukan tempat yang tepat untuk bersembunyi. Sejak itu Tuhan Allah bersembunyi di setiap hati ciptaan-Nya. Sampai tiba saatnya, ketika makhluk ciptaanNya sudah mengalami perkembangan di dalam spiritual dan pengertiannya untuk mengalami perjalanan penuh resiko dalam menemukan penciptaNya dan dipersatukan kembali dengan Allah selamanya.

Sobat Talenta, mungkin kisah diatas hanyalah sebuah dongeng, namun ada kebenaran yang bisa kita pelajari bersama, bahwa “alamat” Tuhan itu, sebenarnya tidak terletak jauh di ujung angkasa ataupun di dasar lautan yang paling dalam, namun sadarkah kita bahwa “tempat tinggal” Tuhan yang sesungguhnya adalah HATI KITA masing – masing? Sudahkah kita menjaga hati kita dengan baik, dengan segala kewaspadaan, supaya Tuhan senang dan betah untuk tinggal dalam kehidupan kita? Ataukah kita masih merasa bingung dan frustasi karena mengira bahwa Tuhan itu begitu jauh adanya dari kita? Jadi, jangan pernah merasa sendiri lagi, jangan pernah merasa Tuhan jauh dari kita, tapi mari memiliki kesadaran yang baru, bahwa Dia adalah Allah yang tidak pernah meninggalkan kita. Dia adalah Immanuel, Tuhan yang selalu beserta dengan kita, karena Dia ada di dalam hati kita. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s