Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

B E R S Y U K U R

thanks“Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas” (Amsal 27 : 20)

Ada seorang anak kelas 3 SD yang bernama Nathan. Suatu hari Nathan kehilangan uang sebesar Rp. 10.000. Ia menjadi begitu sedih dan menangis sejadi – jadinya karena uangnya yang hilang itu. Melihat hal itu, paman si Nathan merasa kasihan dan memberinya uang sebesar Rp. 10.000 sebagai ganti uangnya yang hilang. Namun, anehnya, si Nathan masih saja terus menangis, hal ini membuat pamannya kebingungan, dan ia bertanya, “Paman khan sudah ganti uangmu, mengapa kamu masih tetap menangis?”
Si Nathan menjawab, “Iya paman, seandainya uangku tidak hilang pasti uangku sekarang sudah menjadi Rp. 20.000”
Melihat jawaban keponakannya itu, paman ini pun pergi meninggalkannya sambil geleng – geleng kepala. Sore hari ketika ayahnya pulang, ia melihat Nathan yang masih saja terus menangis di kamarnya, ayahnya pun bertanya, “Ada apa nak?”
Si Nathan menjawab, “Iya yah, uangku tadi hilang Rp. 10.000.” Ayahnya menjawab, “Ohhh gara – gara itu, ini ayah ganti, sudah…sekarang diam ya.” Ayahnya pun lalu pergi.
Satu jam kemudian ayahnya kembali, namun ia masih mendapati anaknya si Nathan menangis, “Loh tadi khan ayah sudah ganti uangmu kok masih menangis?”, dan lagi – lagi anak ini menjawab, “Iya yah, kalau uangku tidak hilang pasti uangku sekarang sudah menjadi Rp. 30.000, khan Rp. 10.000 dari ayah, dan Rp 10.000 dari paman.”
Melihat hal itu, ayah ini menjawab, “Kalau begitu sampai kapanpun dan siapapun orang yang mengganti uangmu, kau juga akan tetap menangis.”

Sobat Talenta, mungkin kita merasa gemas terhadap anak yang bernama Nathan ini, karena sekalipun uangnya yang hilang sudah diganti, namun masih saja tetap menangis akibat rasa tidak puasnya. Namun, sadarkah kita, bahwa seringkali kita yang sudah dewasa juga melakukan hal yang sama seperti Nathan, kita tidak pernah puas dengan apa yang kita dapatkan dan hanya menyesali apa yang sudah hilang dari kita.

Sekalipun berkat yang sudah Tuhan curahkan begitu banyak, selama kita tidak pernah bersyukur dan merelakan apa yang sudah hilang, selama kita hanya terobsesi terhadap apa yang belum kita miliki, maka kita tidak akan pernah puas dan tidak dapat bersyukur. Ya, mungkin memang itulah sifat manusia, “tidak pernah puas”. Namun sebagai anak – anak Tuhan, kita harus mempunyai gaya hidup yang berbeda dari orang – orang dunia. Mari belajar untuk melupakan apa yang sudah hilang, dan mari terus berharap akan janji Tuhan yang mungkin saat ini belum kita dapatkan. Namun yang terpenting dari itu semua adalah mari mengucap syukur untuk setiap keadaan yang ada pada kita saat ini dan untuk setiap apa yang kita miliki sekarang ini. Karena kehidupan bukanlah apa yang terjadi di masa lalu dan bukan pula apa yang akan terjadi di hari esok, namun kehidupan yang sesungguhnya dan benar – benar nyata adalah apa yang kita jalani dan apa yang kita syukuri detik demi detik di saat ini. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

2 thoughts on “B E R S Y U K U R

  1. Thank you u renungannya. Walaupun sdh pernah dengar cerita ini.Tpku menangis membacanya..krn ku ngga sadar spt anak kecil ini..Aku masih menangisi hal2yg hilang n ngga bisa mengucap syukur u apa yg Tuhan sdh beri. Shg ku berth th hidup dlm kesedihan n perasaan bahwa Tuhan sdh ngga sayang lagi.Ku merasa Tuhan sdh buang aku.. n ngga mau pakai aku lagi. Pdhal itu tipuan perasaan 2dr sijahat

    1. Sama2… Kadang kala saya juga mengalami demikian. Belajar dari kesalahan dan tetap mensyukuri apa yang Tuhan b’ri, itulah salah satu cara untuk merubah sudut pandang dan hidup kita,

      Terima kasih juga sudah mampir ke blog saya. Tuhan Yesus memberkati. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s