Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Sabarlah Dalam Penderitaan

Genghis Khan“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12 : 12)

Alkisah, ada seorang bangsawan kaya raya yang tinggal di sebuah daerah padang rumput yang luas. Suatu hari, karena ternak yang dipunyainya semakin banyak, sang bangsawan memilih 2 orang anak muda dari keluarga yang miskin untuk dipekerjakan. Yang berbadan tinggi dan tegap dipekerjakan sebagai pengurus kuda. Sedangkan yang berbadan kurus dan lebih kecil dipekerjakan sebagai pengurus ternak kambingnya.

Setelah beberapa saat, si badan tegap dengan arogan berkata kepada si badan kecil. “Hai sobat. Aku lebih besar badannya dari badanmu. Aku juga lebih tua darimu. Mulai besok, kita bertukar tempat. Aku memilih untuk mengurus kambing. Dan kamu menggantikan aku mengurus kuda. Awas kalau tidak mau! Dan awas ya, jangan laporkan masalah ini ke tuan kita! Kalau kamu berani lapor atau menolak, tahu sendiri akibatnya! Aku habisi badan kecilmu itu!”

Akhirnya, dengan berat hati anak yang berbadan kecil menerima tugas itu. Sesampainya di rumah, ia pun berkata kepada ibunya tentang masalah yang ia hadapi, dengan bijaksana ibunya pun menjawab, “Nak, semua masalah pasti ada hikmahnya. Syukuri, hadapi, dan terima dengan besar hati. Tidak usah memusuhi dan membenci temanmu itu. Ibu percaya, semua kesulitan yang akan kamu hadapi, jika kamu mampu belajar dan kerja keras, pasti akan membuatmu menjadi kuat dan bermanfaat untuk masa depanmu.”

Sejak saat itu, pemuda berbadan kecil itu pun dengan susah payah setiap hari bergelut dengan pekerjaan mengurus kuda – kuda yang bertubuh tegap, besar, dan masih liar. Dia harus jatuh bangun mengejar mereka, kadang terkena tendangan, bahkan pernah terinjak hingga terluka parah. Dari hari ke hari keahlian dan kemampuannya menguasai kuda – kuda pun semakin membaik. Tidak terasa, tubuhnya pun berkembang menjadi tinggi, tegap dan perkasa. Hingga suatu hari, terjadilah pecah perang antarnegara. Kerajaan membutuhkan prajurit pasukan berkuda. Dan si pemuda pun terpilih sebagai pemimpin pasukan berkuda karena kepiawaiannya mengendalikan kuda – kuda. Ia pun berhasil memimpin dan memenangkan banyak perang yang dipercayakan kepadanya dan dikenal banyak orang karena kebesaran namanya. Pemuda yang dulunya kurus dan bertubuh ceking itu, kini telah berubah menjadi seorang yang berbadan besar dan tegap dan menjadi pemimpin bangsa mongol yang tersohor bernama Genghis Khan.

Sobat Talenta, dalam kehidupan ini sering kali kita dihadapkan pada keadaan yang sepertinya membuat kita dirugikan, menderita, dan kita pun tidak berdaya kecuali harus menerimanya. Kalau kita larut dalam kekecewaan, marah dan putus asa, pasti kita sendiri yang akan bertambah menderita. Mari kita belajar untuk menganggap ketidaknyamanan dan tantangan sebagai latihan mental dan kesabaran. Juga sebagai sebuah proses untuk menempa dan membentuk kita menjadi pribadi yang berhasil dan hebat. Sehingga suatu saat nanti kita justru akan berterima kasih kepada hal yang dulunya membuat kita kecewa. Jadi, bukan keadaan yang menentukan keberhasilan dan berkat kita, namun respon kita terhadap keadaan yang kita hadapi, itulah yang akan membuat perbedaan dan menentukan keberhasilan dalam kehidupan kita. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s