Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Pilihan Yang Menentukan

choice“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”
(Roma 8 : 18)

Suatu ketika, di sebuah museum, terdapat sebuah patung yang sangat indah. Patung itu terbuat dari sebuah batu marmer, dan setiap orang yang masuk ke museum itu, pasti akan mengagumi keindahan dari patung tersebut. Sementara itu, lantai museum tempat patung itu diletakkan, rupanya juga terbuat dari sebuah batu marmer, namun tidak ada seorang pun yang memperhatikan lantai marmer tersebut. Suatu hari, lantai yang terbuat dari batu marmer berkata kepada si patung, “Hai patung marmer, enak sekali nasibmu, setiap orang yang datang ke museum ini, pasti akan memandangmu dengan penuh kekaguman dan membicarakan keindahanmu, sementara aku, …tidak ada seorangpun yang mau memperhatikan aku, aku hanya diinjak – injak oleh setiap orang yang datang ke museum ini.”
Mendengar keluhan temannya, patung yang terbuat dari batu marmer itu lalu berkata, “Hai sahabatku, apa yang kita alami saat ini, terjadi akibat pilihan kita dahulu. Dulu sebelum aku menjadi patung yang indah seperti sekarang, aku harus melewati proses yang amat melelahkan, bahkan terkadang menyakitkan, para tukang batu itu, harus membentuk aku dengan berbagai cara. Aku dipahat, di poles, dan beberapa bagian dari tubuhku harus dihilangkan. Saat itu, ingin rasanya aku berteriak supaya proses itu dapat dihentikan. Sedangkan engkau tidak mau mengalami proses seperti diriku, engkau tidak mau dibentuk, engkau tidak pernah mengalami proses yang menyakitkan. Karena itu, engkau hanya dijadikan lantai dan diinjak – injak orang. Sedangkan aku, karena aku mau mengalami proses dan mau dibentuk, kini aku dapat menjadi sesuatu yang indah bagi banyak orang, sesuatu yang indah bagi dunia ini.”
Ya, untuk menjadi sesuatu indah memang harus menjalani proses terlebih dahulu. Kalau saat ini kita sedang berada dalam proses pembentukan dari Tuhan, jangan pernah mengeluh, karena itu tandanya Tuhan ingin menjadikan kita sebagai pribadi yang indah. Namun bila kita tidak mau mengalami pembentukan dari Tuhan, kita akan menjadi pribadi yang tidak ada artinya, pribadi yang hanya diinjak – injak dan dihina orang.
Jadi mari masuk dalam rencana Tuhan. Bersedialah untuk dibentuk dan diproses, supaya kita tidak menjadi lantai namun menjadi patung. Tidak diinjak – injak namun dikagumi orang. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s