Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

Work As Worship (Pekerjaanmu adalah Penyembahanmu)

Ps. Budiman Koswara

rockUlangan 28:11, “Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu  dan dalam hasil bumimu–di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu.”

Kejadian 2:4-5, “Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, — belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu.” Kata “Mengusahakan” (Cultivate) memiliki arti yang sama dengan beribadah, mempersembahkan, penyembah, dan penyembahan. Banyak orang berpikir bahwa pekerjaan mereka adalah pekerja sekuler, bukan termasuk penyembahan kepada Tuhan. Sehingga terdapat perbedaan antara pekerjaan dan penyembahan. Jika anda mengetahui bahwa pekerjaan anda sebagai penyembahan kepada Tuhan, maka anda akan mengalami sesuatu yang berbeda di dalam diri anda. Bagaimana caranya? Cobalah anda libatkan Tuhan sebelum anda melakukan pekerjaan anda. Tanyalah apa yang ingin Tuhan lakukan di dalam pekerjaan anda. Ketika anda menyembah Tuhan, hadiratNya akan turun. Dan sadarilah bahwa ketika anda bekerja, anda juga melakukan penyembahan kepadaNya.

Pekerjaanmu adalah Penyembahanmu

Ibrani 11:4, “Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.” Dan dalam Kejadian 4:2-5, “Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani. Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.”

Kain memberikan apa yang menjadi kewajibannya dalam bekerja. Sedangkan Habel memahami bahwa dia bekerja untuk menyembah Tuhan. Hal inilah yang membuat persembahannya berkenan kepada Tuhan. Seperti dalam Kolose 3:17, “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”

Lakukanlah Pekerjaanmu Sampai Selesai

Matius 25:14-15, “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.” Dalam versi King James, disana lebih jelas dikatakan “several abilities”, yang menggambarkan “berbagai-bagai kesanggupan”. Jika anda cermati kembali, kita sebagai anak Tuhan, diberikan kesanggupan melalui talenta yang Tuhan beri. Lalu mengapa beberapa dari kita tidak bisa menyelesaikannya sampai pada akhirnya? Sebagian orang Kristen mengetahui tujuan hidup mereka, namun tidak mau melakukannya. Sedangkan beberapa diantaranya hanya melakukan pekerjaannya dengan biasa saja, tanpa adanya niat untuk berkerja. Kita memiliki motto, “We help you to fulfill your destiny”. Jadi kenallah tujuan hidup anda sehingga anda akan memiliki semangat untuk melakukan segala sesuatu.

 

Secara manusia, ada dua faktor yang menentukan keberhasilan seseorang. Pertama dari Tuhan, dan yang kedua dari kita. Seperti dalam Ulangan 8:17-18, “Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.” Kekuasaan diartikan sebagai kapasitas. Setiap orang memiliki kapasitasnya masing-masing. Ketika berkat itu datang dari Tuhan, apa yang anda lakukan? Apakah berkat itu hanya untuk diri anda sendiri seperti sebuah kolam kecil ataukah berkat itu juga anda bagikan bagi orang lain seperti sungai yang mengalir?

Tuhan menjanjikan kita “surplus of prosperity”. Bagaimana caranya? Ingatlah dua hal ini: pekerjaanmu adalah penyembahanmu, dan lakukanlah segala sesuatu sampai selesai. Sadari bahwa segala sesuatu diberikan Tuhan untuk kita kerjakan dan berbuah pada waktunya. Bagaimana menurut anda?

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (22 Mei 2016) di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s