Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Carilah Kebenaran

Truth“Lakukanlah kebajikan kepada hambaMu ini, supaya aku hidup, dan aku hendak berpegang pada FirmanMu” (Mazmur 119 : 17)

Pada suatu hari minggu, seorang Pendeta sedang berkhotbah di hadapan para jemaatnya. Pendeta ini, begitu sedih ketika memperhatikan bahwa di saat ia sedang bersemangat menyampaikan khotbahnya, banyak di antara jemaatnya yang tertidur, dan bersikap acuh terhadap pesan Firman Tuhan yang sedang dia sampaikan. Tiba – tiba Pendeta ini berhenti berbicara, dan dengan suara yang lebih keras, dia lalu menceritakan suatu peristiwa kecelakaan yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan materi khotbahnya.
Kini Pendeta itu berkata, “Saya mempunyai sebuah cerita aneh, untuk saudara semua, suatu ketika, saya sedang berkendaraan menyusuri sebuah jalan utama, dan sampai di rumah seorang petani. Saya berhenti sebentar ketika melihat sesuatu yang sangat aneh, dan belum pernah saya lihat seumur hidup saya. Ada seekor induk babi bersama sepuluh ekor anaknya. Masing – masing dari babi itu memiliki sebuah tanduk panjang yang melengkung dan tumbuh di kepala, diantara kedua telinga mereka.”
Pendeta itu berhenti sejenak, dan memandang ke arah jemaatnya. Ternyata kini, setiap orang terbangun dari tidur mereka dan dengan mata terbelalak mereka menantikan kisah selanjutnya dari sang Pendeta. Dengan tersenyum Pendeta itu kembali berkata, “Betapa anehnya kita ini, beberapa menit yang lalu, ketika saya sedang mengatakan kebenaran Firman Tuhan kepada saudara – saudara, tidak ada yang mendengarkan, bahkan sebagian besar tertidur di bangku itu, tetapi sekarang, ketika saya bercerita tentang sesuatu yang hanya isapan jempol, sesuatu yang bukan kebenaran, saudara – saudara justru terbangun dan mendengarkan dengan penuh perhatian, bukankah ini sesuatu yang aneh?
Ya, seringkali bukankah kita memang lebih menyukai berita – berita gossip daripada kebenaran Firman Tuhan. Bukankah kita seringkali merasa bosan bila seseorang menyampaikan kebenaran, namun kita begitu antusias di saat seseorang menyampaikan kabar burung. Mulai saat ini, mari kita belajar untuk lebih menyukai kebenaran daripada kabar burung, mari belajar untuk lebih menyukai Firman Tuhan dibandingkan membaca koran, majalah, novel ataupun gosip – gosip di media sosial, karena firmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s