Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak

Ps. Judith & Caroline Laurens

rock“Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.”

– Max 127:3-5 –

Anak-anak yang dikaruniakanNya bagi kita adalah milik Tuhan. Kita diberikan kepercayaan untuk membesarkan dan mendidik mereka. Jika anda melihat ayat Mazmur di atas, di sana tertulis “…Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan…” Menurut anda, siapakah yang dimaksud “Pahlawan”? “Pahlawan” menggambarkan diri kita sebgai orang tua. Setajam apapun anak panah, tidak akan berarti tanpa ada seseorang yang mengarahkannya.

Lalu apa maksud kata “tabung” dalam “…Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu…”? “Tabung” berbicara tentang hubungan keharmonisan antara anda (sebagai orang tua) dengan anak anda dan hubungan anda dengan suami/istri anda. Coba anda bayangkan, jika anda (sebagai orang tua) hidup dengan damai sejahtera, maka anak akan merasakan kenyamanan dalam lingkungan keluarga itu. Hal ini akan membuat mereka lebih terbuka dan kita bisa mengetahui bagaimana mereka bertumbuh di dalam lingkungan mereka. Kita juga akan menjadi panutan yang akan ditiru oleh anak-anak kita.

Lalu menurut anda, siapa yang berhak untuk bertanggung jawab dalam mendidik anak-anak anda mengenai Firman Tuhan? Kita sendiri sebagai orang tua. Dalam Ulangan 6:7, “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Amsal 1:8, “Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu”. Sebagai orang tua, kita diberikan kuasa untuk membentuk hati dan karakter anak kita sejak dini. Musa, Samuel, dan Timotius adalah beberapa contoh Alkitab yang hidupnya dibentuk oleh orang tua mereka.

Amsal 22:6, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Dosa akan membuat anak-anak anda tertidur, sedangkan kebenaran akan membangkitkan mereka. Oleh karena itu, jagalah hati dan tuntunlah mereka. Ajarkan bagaimana mereka meresponi lingkungan yang terkadang dapat menghambat atau merusak pertumbuhan mereka, sehingga mereka tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan sekitar.

Lalu sebagai orang tua, apa yang menjadi tanggung jawab kita dalam mendidik anak-anak kita?

  1. Mengasihi Tuhan dengan Segenap Hati, Jiwa, dan Kekuatan (Luk 10:27)

Tanamkan benih Firman Tuhan dan takut akan Tuhan dalam kehidupan anak-anak kita.

  1. Priotitaskan Tuhan di Dalam Kehidupan Anda.

Hal ini akan mengajarkan kepada anak anda untuk tidak melihat kekayaan dan kehormatan sebagai hal yang terutama di dalam kehidupan mereka.

  1. Berdoa dengan sungguh-sungguh

Mintalah hikmat kepada Tuhan agar anda dan anak-anak anda terus bertumbuh di dalamNya sehingga semakin hari semakin setia dan taat dan dipakai Tuhan.

  1. Persiapkan anak anda untuk masa depan mereka

Asahlah kemampuan dan talenta mereka agar mereka boleh bertumbuh dan berbuah di dalam Tuhan.

 

Dari sudut pandang anak

Jika anda saat ini berada di posisi anak, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari:

  1. Hormati Orang Tua

Kel 20:12, “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”

  1. Kerja keras

2 Tes 3:10, “Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.”

  1. Iman

2 Tim 1:5, “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.”

  1. Positive thinking

Ibrani 13:5b “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

 

Jadi siapkah anda sebagai orang tua atau anak ketika anda berada di posisi itu? Bagaimana menurut anda?

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (15 Mei 2016) di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s