Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Kerendahan Hati

Booker T. Washington“Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian” (Amsal 29 : 23)

Seorang yang benar – benar rendah hati sulit ditemukan, namun Tuhan menyukai orang seperti Booker T. Washington, seorang kulit hitam yang menjadi pendidik yang terkenal di Institut Tukegee. Beliau merupakan contoh yang baik untuk kebenaran ini.
Tidak lama setelah ia menjabat sebagai presiden dari institut Tukegee di Alabama, ia berjalan – jalan di pinggir kota. Seorang wanita kulit putih tiba – tiba menghentikannya. Karena tidak mengenal Washington, maka wanita yang kaya ini lalu menawarkan kepada laki – laki kulit hitam itu apakah ia mau mendapatkan uang dengan memotongkan kayu untuknya. Setelah berpikir bahwa tidak ada urusan yang mendesak, maka Profesor Washington tersenyum dan menggulung bajunya dan mulai mengerjakan pekerjaan kasar yang diminta.
Setelah selesai, ia membawa kayu – kayu itu ke dalam rumah dan meletakkannya di dekat perapian. Seorang gadis kecil mengenalinya dan kemudian memberi tahu wanita itu. Keesokan harinya, wanita tadi dengan perasaan malu datang ke kantor Washington dan meminta maaf.
“Tidak apa – apa Nyonya,” jawabnya. “Adakalanya saya menyukai pekerjaan kasar, di samping itu sungguh menyenangkan dapat menolong seorang teman.”
Wanita tadi dengan hangat lalu menjabat tangan Washington dan memberikan pujian atas perilakunya yang sangat rendah hati. Beberapa waktu kemudian, wanita tadi menyatakan penghormatannya untuk ikut menyumbang beribu – ribu dolar untuk Institut Tukegee.
Kerendahan hati pasti mendatangkan keuntungan bagi orang yang memilikinya. Ada begitu banyak orang yang tidak mau melakukan sesuatu yang kelihatannya “tidak berarti” hanya gara – gara lebih mengutamakan status sosial dalam masyarakat. Padahal Tuhan tidak pernah melihat status sosial. Yang dilihat Tuhan adalah kerelaan hati dan kerendahan hati kita untuk menjadi berkat bagi sesama. Jadi jangan pernah memilih untuk menjadi angkuh dan menjaga gengsi, karena, keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s