Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

Living Pleasing To The Lord (Hidup Berkenan Kepada Tuhan)

 

Ps. Yosi Here

rock“Tuhan mau apa ya di dalam kehidupan saya?”

“Bagaimana ya bisa hidup sesuai dengan apa yang Tuhan mau?”

 

Beberapa pertanyaan di atas seringkali kita dengar, atau malah anda sendiri yang mengatakannya. Lalu bagaimana respon anda untuk menanggapinya?

Berbicara tentang hal itu, cobalah anda lihat kisah Yesus tentang perkawinan di Kana. (Yoh 2:1-11) Mungkin beberapa dari anda sudah tahu cerita di atas, dimana Yesus melakukan mujizat pertamanya di sana (Yoh 2:11).

Rencana Tuhan berbeda dengan rencana kita. Ketika permasalahan datang dan anda membutuhkan jawaban segera, seringkali hal itu tak kunjung tiba. Waktu Tuhan untuk memberikan solusi tak bisa kita ukur dengar akal pikiran kita. Cobalah ingat kembali kisah Yesus di atas. Ia mengetahui bahwa waktunya belum tiba untuk melakukan mujizat (Yoh 2:4). Namun dengan tetap berharap kepadaNya, anda akan mengetahui bahwa pertolonganNya akan indah pada waktunya.

Ams 40:23-27. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu. Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.” Dalam kitab ini, terdapat 4 cara untuk hidup berkenan kepada Tuhan:

  1. Jaga Hati (Ams 4:23)

Hati memiliki pengaruh yang besar untuk mengontrol setiap kehidupan kita. Seperti halnya sebuah sound system, dimana hati kita seumpama master kontrol yang mengatur setiap bagian orang tubuh yang ada di dalamnya. Ia memiliki fungsi untuk memberikan keputusan atas setiap tindak tanduk kita.

2 Kor 4:16, “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” Mari jagalah hati kita dengan penuh segala kewaspadaan agar kita tidak tawar hati ketika pergumulan itu datang.

  1. Jaga Mulut (Ams 4:24)

Yak 3:10, “dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.“ Perkataan yang kita keluarkan dapat mempengaruhi sikap dan respon seseorang.  Burung Crane Bird adalah burung yang hidup di North America. Suaranya yang nyaring ketika mereka masih kecil, dapat mengudang mangsanya untuk menerkam mereka. Untuk bisa bertahan hidup, crane bird meletakkan kerikil di dalam keronkongannya untuk menahan suaranya yang keras. Demikian juga di dalam hidup ini, kita harus bisa mengontrol setiap perkataan kita.

Apapun masalah yang sedang anda alami, anda harus bisa mengontrol perkataan anda. Serahkanlah semuanya kepada Tuhan agar anda bisa bertahan dalam situasi atau kondisi apapun.

  1. Jaga Mata (Ams 4:25)

1 Yoh 2:16, “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.“ Apa yang muncul dari hati kita, dipengaruhi oleh apa yang kita lihat. Jadi tak semua yang anda inginkan akan dijawab olehNya.

Pada umumnya, kita mudah untuk menghakimi orang lain. Melihat hanya dari satu sudut pandang saja, dapat membuat kita mengambil kesimpulan singkat, dimana hal itu belum tentu benar adanya. Tuhan ingin agar kita tidak hanya fokus pada satu tujuan saja, tetapi juga dari segala sudut pandang. Jika seseorang mempunyai sudut pandang yang salah, hal ini akan merugikan mereka sendiri. Mintalah hikmat kepadaNya agar anda bisa memiliki sudut pandang Tuhan.

  1. Jaga Langkah

Maz 1:1-3, “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Ingatkah anda tentang kisah Abram (yang sekarang kita kenal sebagai Abraham) dan Lot ketika mereka berpisah satu sama lain (Kej 13:1-18)? Di dalam kisah tersebut, kita mengetahui bahwa Lot berada di jalan yang salah. Apa yang Lot pandang baik belum tentu isnya baik pula (ayat 10). Demikian juga kehidupan kita. Janganlah kita salah untuk mengambil langkah kita hanya karena salah pandang. Ketika anda keluar dari jalan Tuhan, maka cepat atau lambat penyesalan akan datang pada diri anda. Untuk itu, mintalah tuntunanNya dalam setiap apapun yang anda kerjakan.

 

Menjaga hati, mulut, mata, dan langkah adalah cara untuk hidup berkenan kepadaNya. Maukah anda melakukan hal itu? Bagaimana menurut anda?

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (10 April 2016)  di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s