Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Kebenaran Sejati

Truth“Kata Yesus kepadanya : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14 : 6)

Alkisah, ada seorang pedagang yang punya seorang istri jelita dan seorang anak laki – laki yang sangat dicintainya. Suatu hari, istrinya jatuh sakit dan tak berapa lama meninggal. Betapa pedihnya hati pria tersebut. Sepeninggal istrinya, ia mencurahkan segenap perhatian dan kasih sayangnya kepada anak laki – laki semata wayangnya.

Suatu ketika, ia pergi ke luar kota untuk berdagang. Anaknya ditinggal di rumah. Sekawanan bandit datang merampok desa mereka. Mereka merampok hasil harta benda, membakar rumah, dan bahkan menghabiskan nyawa penduduk yang mencoba melawan. Rumah sang pendagang pun tak luput dari sasaran. Mereka bahkan menculik anaknya untuk dijadikan budak. Betapa terperanjatnya sang pedagang ketika pulang dan mendapati rumahnya sudah menjadi tumpukan arang. Dengan gundah hati, ia mencari – cari anak tunggalnya. Di tengah kepedihan dan keputusasaan, ia menemukan seonggok belulang dan abu di sekirar rumahnya. Di dekat situ, tergolek boneka kayu kesayangan anaknya. Yakinlah ia bahwa itu adalah abu jasad anaknya. Meledaklah raung tangisnya, ia menggelepar – gelepar di tanah sembari meraupi wajahnya dengan abu itu. Satu – satunya sumber kebahagiaan hidupnya kini juga telah direnggut. Semenjak itu, pria tersebut selalu membawa – bawa abu itu dalam sebuah tas. Sampai setahun setelah itu, ia masih suka mengucilkan diri, tenggelam dalam tangis sampai berjam – jam. Musim berlalu, sang anak akhirnya berhasil meloloskan diri dari cengkeraman para penculiknya, ia bergegas pulang ke kampung halamannya. Sesampai di kediaman ayahnya ia mengetuk pintu sembari berteriak senang. “Ayah, ini aku pulang!” Sang ayah yang sedang tertidur di ranjangnya terbangun mendengar suara itu, ia berpikir, “Ini pasti ulah anak – anak nakal yang suka meledekku itu” “Pergi! Jangan main – main!” Mendengar sahutan itu, sang anak kembali berteriak, “Ayah! Ini aku, anakmu!” Dari dalam rumah terdengar lagi, “Jangan ganggu aku terus! Pergi kamu!” Sang anak menggedor pintu dan berteriak lebih lantang. “Buka pintu, ayah! Ini betul anakmu!” Mereka saling bersahutan. Sang ayah bersikeras untuk tidak membukakan pintu. Sang anak akhirnya putus asa dan berlalu dari rumah itu.

Sobat Talenta, sebagian orang begitu erat memegang apa yang mereka anggap sebagai “kebenaran”. Ketika Kebenaran Sejati betul – betul datang, mereka malah tidak mau membuka pintu hati mereka, dan akhirnya kerugian besar yang mereka alami. Yesus adalah Kebenaran Yang Sejati. Mari kita membukakan pintu hati kita, agar Yesus, yang adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup dapat tinggal dalam hati kita, dan mengubah kehidupan kita menjadi kehidupan yang berarti, penuh keberhasilan dan penuh sukacita. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s