Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Pohon yang Besar atau Bonsai?

Sequoia“Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” (Kolose 2 : 7)

Orang Jepang memelihara pohon yang lazim disebut bonsai. Pohon ini indah dan dibentuk sempurna walau tingginya hanya sekian sentimeter. Di California, ada pohon raksasa hutan bernama Sequoia. Salah satu pohon raksasa ini diberi nama Jenderal Sherman. Lingkar batangnya 26 meter dan tingginya mencapai 90 meter, seakan menembus langit.

Pohon raksasa ini begitu hebat sehingga jika ditebang akan menghasilkan kayu bangunan yang cukup untuk membuat 35 buah rumah dengan lima kamar. Pada saat berbentuk biji, bonsai dan pohon Jenderal Sherman sama – sama kecil. Masing – masing beratnya kurang dari satu miligram. Setelah dewasa, ukuran keduanya luar biasa berbeda. Mengapa bisa demikian? Ketika pohon bonsai mulai menyembulkan tunasnya di muka bumi, orang Jepang mencabutnya dari tanah dan mengikat pokok akar dan sebagian cabang akarnya. Pertumbuhan pohon ini sengaja dihambat. Hasilnya memang indah, tetapi mini ukurannya. Sedangkan biji dari pohon Jenderal Sherman jatuh ke tanah California yang subur dan mendapat gizi dari mineral, air hujan, dan sinar matahari, karena terus tertanam dan tidak ada yang mencabutnya dari dalam tanah. Hasilnya adalah sebuah pohon raksasa. Baik pohon bonsai maupun pohon Jenderal Sherman awalnya adalah dari benih yang ukurannya sama kecilnya, namun hanya karena yang satu tidak tertanam dan yang satunya lagi tertanam telah menghasilkan perbedaan yang sangat luar biasa.

Yang menjadi pertanyaan bagi kita semua adalah, sudahkah benih kehidupan rohani kita juga tertanam dalam sebuah gereja lokal? Atau apakah kita membiarkan orang lain, atau iblis mencabutnya dari gereja lokal, dan membuat kita berpindah – pindah dari satu gereja ke geraja yang lainnya? Baik pohon bonsai maupun pohon Jenderal Sherman tidak punya pilihan dalam menentukan nasibnya. Namun tidak demikian halnya dengan kita. Kita punya hak untuk menentukan apakah kehidupan rohani kita akan menjadi besar, kokoh dan kuat, atau apakah kehidupan rohani yang mini, yang hanya tampak cantik dari luar, namun tidak mempunyai akar yang kokoh dan kuat? Pilihan ada di tangan kita.

Jadi, mari memilih untuk mempunyai kehidupan rohani yang besar, kokoh dan kuat, dengan cara tertanam di salah satu gereja lokal. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s