Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Salah Paham

missunderstanding“Ya kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang” (Yesaya 11 : 3)

Seorang bos di sebuah perusahaan besar, tiba – tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Di pabrik, ia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu. Tampaknya ia tengah bersantai, padahal semua pekerja yang ada di ruangan itu tengah sibuk bekerja, kecuali dirinya.

Si bos, segera menghampiri pemuda tersebut dan, bertanya, “Berapa gajimu seminggu?” Dengan sedikit terkejut, pemuda itu melihat kearah si bos dan berkata, “Hmmmm…sekitar Rp. 200.000 per minggu, kenapa memangnya?”

Si bos mengeluarkan dompetnya dan mengambil empat lembar uang 100 ribu – an. Ia lalu mengulurkannya kepada si pemuda sambil berkata, “Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sini. Aku tak mau melihatmu lagi.”

Dengan keterkejutan luar biasa dan juga takut, si pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara. Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya yang sedari tadi memperhatikan adegan itu.

“Adakah yang tahu, dari divisi manakah pemuda pemalas tersebut?” tanya si bos. Suasana menjadi hening sampai akhirnya seorang staf menjawab dengan sedikit ketakutan, “Ia tak bekerja di sini Pak. Ia adalah pengantar pizza yang mengantar pesanan bagian personalia.”

Hanya gara – gara terlampau emosional, tanpa dilengkapi dengan dasar – dasar yang kuat dan tanpa adanya komunikasi yang benar, si bos telah menderita kerugian uang sejumlah Rp. 400.000 akibat keputusan salah yang telah diambilnya. Untung hanya empat ratus ribu rupiah, bagaimana kalau keputusan yang tanpa dasar itu menyebabkan kerugian yang jauh lebih besar?

Seringkali kita juga melakukan hal yang sama. Mungkin bukan kerugian dalam bentuk materi yang kita dapatkan, namun kerugian dalam bentuk lainnya berupa, hilangnya teman, hubungan yang renggang dengan pasangan hidup kita, dengan saudara kita, ataupun dengan rekan kerja kita. Terkadang dalam menyikapi sesuatu, entah itu hal – hal yang kita lihat atau hal – hal yang kita dengar, kita langsung bertindak secara emosional, tanpa mempertimbangkan kebenaran dari hal – hal tersebut.

Jadi sebelum mengambil sebuah kesimpulan ataupun keputusan, ada baiknya kita mempunyai alasan – alasan yang tepat, dasar – dasar yang benar dan bukti – bukti yang akurat untuk mendukung kesimpulan kita, baru setelah itu kita dapat memutuskan secara tepat dan benar. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

3 thoughts on “Salah Paham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s