Posted in Motivasi, Pengalaman, Renungan, Rohani

3 Tips Mengatasi Buli

EdoSikap buli sering terjadi di dalam lingkungan sekitar kita. Kecacatan fisik dan kelemahan seseorang bisa menjadi faktor penyebabnya. Tak hanya itu saja, rasa dengki dan iri atas kehebatan seseorang bisa juga menjadi faktor lain mengapa seseorang dibuli. Mungkin anda bertanya-tanya, apa itu buli?

Menurut Wikipedia, Bullying is the use of force, threat, or coercion to abuse, intimidate, or aggressively dominate others. Sadar atau tidak, anda pernah menjadi seorang pembuli atau malah anda yang dibuli oleh seseorang. Jangankan anda, saya pun pernah melakukan keduanya.

Ketika kita membuli seseorang, perasaan kita tentunya senang karena orang-orang di sekitar kita ikut tertawa bersama untuk sesuatu yang dianggap lucu. Saya pun pernah melakukan hal itu ketika keberadaan saya ingin diterima oleh orang lain. Memang lucu, tapi dampaknya sangat besar. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi kepada seseorang yang dibuli.

Akibat buli, banyak orang bunuh diri, dan stres atau depresi ketika dia di bawah tekanan. Beberapa orang bahkan menjadi seorang psikopat, yang tak segan-segan membunuh sahabat baiknya hanya karena secuil ejekan. Hal ini sangat mengerikan bukan?

Ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, saya pun merasakan sebagai korban buli. Tekanan dan siksaan yang dihadapi cukup besar. Anda mungkin tidak tahu bahwa saya adalah orang yang gagap sewaktu kecil, bukan? Dan masih banyak hal lagi yang mungkin anda tidak akan pernah tahu semasa kecil saya. Secuil pengalaman saja bahwa orang tua saya pernah mendapatkan ejekan dan hinaan dari teman orang tua saya. Hal ini dikarenakan saya tergolong tidak pintar dan sulit menangkap sesuatu dengan cepat sehingga membuat saya beresiko tidak naik kelas. Puji Tuhan, dukungan keluarga dan doa membuat saya kuat untuk menghadapi hal itu. Memang tidak mudah untuk melakukan hal itu. Saya pun pernah sempat stres akibat hal ini.

Bertambahnya umur, membuat saya pun berlatih untuk membalas buli dengan buli. Bahkan hal itu pernah berlanjut sampai saya bekerja. Saya menganggap bahwa diri saya lebih hebat dan orang lain harus belajar dari saya. Jika mereka tidak bisa menjadi seperti saya, kadang-kadang kesombongan itu muncul dan lontaran bulian pernah saya lakukan, biarpun bertujuan untuk memotivasi seseorang.

Seiringnya waktu berjalan, saya belajar banyak hal. Bertemu dengan berbagai macam karakter di sekitar saya, membuat saya mengenali arti sebuah buli. Jika anda adalah salah satu pelaku dari buli, coba lihatlah Yakobus 3:1-12 (Dosa karena lidah). Saya pun tertegun ketika melihat hal ini. “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk.” (Yakobus 3:9-10) Saya pun menyesali ketika omongan saya mulai ngelantur (‘gak dipikir dulu) dan ingin membuat sebuah joke yang kasar guna mendapatkan perhatian dari seseorang. Kadangkala ketika saya berpikir masa lalu saya, banyak hal membuat saya tertawa sendiri. Koq bisa ya saya melakukan hal itu?

Namun, jika anda menjadi seorang yang dibuli, apa yang akan anda lakukan? Ada tiga  tips yang ingin saya bagikan:

  1. Anggaplah buli sebagai perhatian seseorang

Banyak cara yang dilakukan oleh beberapa orang dalam mengekspresikan sebuah pujian, makian, saran, atau kritik yang ditujukan. Hal ini bisa membangun atau malah menjatuhkan, tergantung dari sudut pandang mana anda melihat. Cobalah ubah konsep anda. Perkataan-perkataan negatif yang dilontarkan oleh seseorang menunjukan bahwa seseorang itu perhatian kepada anda, meskipun mereka mungkin memiliki alasan lain dibalik itu semua. Namun ingatlah bahwa anda berharga di mataNya “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.” (Yes 43:4)

  1. Anggaplah buli sebagai sesuatu yang membangun

Hal ini sangat amat susah sekali untuk dilakukan. Saya pun pernah mengalaminya. Dalam hal ini saya berbicara tentang kekurangan dan kelemahan pada diri kita. Tapi coba anda perhatikan! Setiap dari kita memiliki kekurangan bukan? Saya pernah iseng untuk mencoba me-list apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan saya. Kadangkala saya pernah bertanya kepada seseorang untuk berkata jujur “apa kekurangan saya?” Bukan kelebihan yang ingin saya ketahui, karena saya dengan mudahnya menuliskan pada secarik kertas. Tapi saya ingin mengetahui, kadangkala ada kekurangan dan sifat buruk saya yang mungkin saya tidak sadari. Ketika anda telah mengetahui hal itu, sadarilah agar anda kuat ketika seseorang membuli anda atas kekurangan itu. Dan jangan lupa tetap serahkan semuanya kepada Tuhan. Janganlah hati dan pikiran anda panas karena buli yang anda terima, tapi “jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23)

  1. Anggaplah buli sebagai sebuah berkat

Ini agak konyol tapi benar adanya. Jika anda mengambil kertas dan pulpen, lalu me-list berkat yang anda alami ketika dibuli dan tidak ada buli di dalam hidup anda, sadar atau tidak, berkat itu jauh lebih besar ketika anda dibuli. Dalam hal ini saya mengajak anda tidak untuk membalas buli dengan buli. Memang benar di dalam Alkitab, dikatakan bahwa pembalasan adalah hak Tuhan, tapi bukan itu yang ingin saya katakan. Ketika anda masih bisa mensyukuri sebuah buli di dalam hidup anda, ada berkat tersendiri bahwa anda sedang diajar olehNya. Bukankah sebuah bejana membutuhkan proses dibentuk dan dibakar guna menjadi bejana yang baik? Demikian juga buli itu sendiri. Ketika buli datang di hadapan anda, berkatilah pemikiran anda dengan kegiatan positif, seperti membaca cerita-cerita motivasi dan kesaksian hidup seseorang. Hal ini akan merubah pemikiran anda bahwa masih banyak hal yang bisa anda lakukan, sehingga menjauhkan anda dari pikiran negatif. Selagi anda masih hidup, tetaplah bersukacita apapun yang terjadi, karena Tuhan itu baik. Dan ingatlah, bahwa “hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” (Amsal 17:22)

Bagaimana menurut anda?

Advertisements

3 thoughts on “3 Tips Mengatasi Buli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s