Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Kamu Belum Sampai Di Rumah

Rumah“Saudara – saudaraku yang kekasih, aku menasehati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan – keinginan daging yang berjuang melawan jiwa” (I Petrus 2 : 11)

Dalam perjalanan pulang dari pelayanan seumur hidup sebagai misionaris di Afrika, sepasang manula mendapati bahwa mereka berada dalam kapal yang sama dengan Presiden Teddy Roosevelt, yang sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah expedisi perburuan besar. Pasangan tersebut menyaksikan dengan takjub kemeriahan yang diberikan kepada Presiden dan rombongannya. Ketika kapal itu berlabuh di New York, sebuah band tengah menanti untuk menyambut sang walikota ada di sana dan untuk mengucapkan selamat datang kepadanya, juga berbagai surat kabar mengelu – elukan kepulangannya. Sementara itu, pasangan misionari itu keluar diam – diam dari kapal dan menemukan sebuah apartemen murah. Mereka tidak memiliki uang pensiun, kesehatan mereka buruk, dan mereka merasa kecil hati dan takut. Si suami, khususnya, tampaknya tak habis pikir bagaimana sang Presiden menerima sorak – sorai seperti itu, sedangkan dekade – dekade pelayanan mereka berlalu tanpa perhatian ataupun upah. Sambil tertunduk lesu, ia mengeluh pahit pada istrinya. “Tuhan memperlakukan kita dengan tidak adil,”

“Mengapa kamu tidak berdoa saja tentang hal itu?” Istrinya memberi saran.

Sang suami menuruti saran dari istrinya, dan mulailah dia berdoa mencari tahu jawaban Tuhan. Tak berapa lama kemudian, si istri melihat perubahan dalam perilaku suaminya. Karena penasaran si istri segera bertanya kepada suaminya “Apa yang telah terjadi, sehingga sikapmu kini berubah menjadi penuh sukacita?”

Dengan tersenyum, suaminya menjawab, “Aku bertanya kepada Tuhan mengapa kepulangan kita dari melayani Dia, tidak mendapat sambutan sama sekali, dan Tuhan telah memberi penjelasan kepadaku tentang hal ini, Tuhan meletakkan tanganNya di bahuku dan hanya berkata, ‘Tapi kamu belum sampai di rumah!'”

Dunia ini bukanlah rumah kita, dunia ini bukanlah tempat tinggal kita, dan dunia ini bukanlah tempat perhentian kita. Dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara bagi kita, karena rumah dan tempat tinggal kita yang sesungguhnya adalah di surga.

Jadi jangan pernah kecewa dan berputus asa, kalau mungkin saat ini kita belum mendapat penghargaan dan sorak sorai atas apa yang telah kita lakukan bagi Tuhan. Karena bila saatnya telah tiba, ketika kita berpulang ke surga, akan ada sorak sorai dan penyambutan yang sesungguhnya bagi setiap kita yang dikasihi Tuhan. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s