Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Kasih Karunia

Love“Sebab karema kasih Karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu : jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2 : 8 – 9)

Seorang karyawan muda diam – diam menyelewengkan beberapa juta uang perusahaan tempatnya bekerja. Saat perbuatan itu terungkap, si pria muda disuruh melapor ke kantor wakil presiden senior. Saat ia naik tangga menuju kantor pejabat administratif itu, hatinya terasa berat. Ia yakin, ia akan kehilangan pekerjaannya itu. Ia juga takut kalau perusahaan akan mengambil tindakan hukum terhadap dia. Tampaknya dalam hitungan detik, seluruh dunianya akan runtuh.

Ketika ia sampai di kantor eksekutif senior itu, si pria muda ditanyai tentang seluruh masalah tersebut. Ia mengakui apa yang telah ia lakukan. Si eksekutif lalu mengagetkan dia dengan mengajukan pertanyaan ini padanya, “Kalau saya tetap mempertahankan Anda di posisi Anda yang sekarang, dapatkah saya mempercayai Anda di masa depan?” Kini wajah si pria muda berubah menjadi cerah dan berkata, “Ya, pak! Tentu saja! Saya sudah belajar dari kesalahan saya, dan saya pasti tidak akan mengulanginya lagi.”

Si eksekutif lalu berkata, “Saya tidak akan mengajukan tuntutan dan anda dapat meneruskan mengemban tanggung jawab Anda yang sekarang.”

Si pria mengekspresikan rasa terima kasihnya dengan berbagai ucapan terima kasih dan penghormatan, namun tiba – tiba si eksekutif menghentikan ucapan – ucapan si pria muda sambil berkata, “Saya rasa Anda perlu tahu bahwa Anda adalah orang ke dua di perusahaan ini yang menyerah pada godaan dan diberi kesempatan untuk memperbaikinya. Saya adalah yang pertama. Apa yang sudah Anda lakukan, dulu juga pernah saya lakukan. Kemurahan yang sekarang Anda terima, dulu juga pernah saya terima. Hanya kasih karunia Tuhanlah yang memelihara kita berdua. Karena saya telah menerima kasih karunia itu, maka sudah sewajarnya dan sudah seharusnya saya juga membagikan kasih karunia yang telah saya terima kepada Anda.

Setiap dari kita tentu pernah berbuat kesalahan, karena di hadapan Tuhan tidak ada seorangpun yang benar. Kita hanya dibenarkan di dalam Kristus, karena kita memperoleh kasih karunia dari Allah. Nah, yang menjadi pertanyaan penting adalah, bila kita menjumpai seseorang yang bersalah kepada kita, maukah kita juga memaafkan dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memperbaiki kesalahannya? Karena bila kita telah menerima kasih karunia itu, maka sudah sewajarnya bila kita juga membagikannya kepada orang lain, supaya orang lain melihat perbuatan baik itu dan memuliakan Bapa kita di surga. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s