Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Kasih + Iman = Mujizat

kesetiaan“Justru karena itu kamu harus dengan sungguh – sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara – saudara, dan kepada kasih akan semua oramg. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah – limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.” (II Petrus 1 : 5 – 8)

Hari ini kembali kami akan membagikan sebuah kisah nyata yang berasal dari Rumah Sakit Tennessee di USA. Michael adalah seorang anak berusia 3 tahun yang merasa sangat senang karena akan mendapat seorang adik. Ibunya, Karen kini sedang mengandung. Rasa senangnya diwujudkan oleh Michael dengan bernyanyi setiap malam untuk adiknya. Kini tiba saatnya untuk si adik dilahirkan. Tetapi, karena sebuah komplikasi yang serius, si adik dilahirkan dengan keadaan lemah di ruang ICU. Orang tua mereka sudah pasrah, demikian juga dengan team dokter. Tetapi Michael kecil tidak tahu situasi genting yang sedang terjadi, sehingga dia terus saja merengek minta bertemu dengan adiknya untuk menyanyi. Tetapi bukankah itu hal yang dilarang, yaitu seorang anak kecil masuk ke ruang ICU. Namun, tanpa kenal kata menyerah, setiap hari, Michael kecil terus saja merengek minta bertemu dengan adiknya. Hingga, akhirnya orang tuanya mengusahakannya dan suatu kali si Michael bisa masuk, walaupun hanya 5 menit. Michael menatap adiknya dan mulai menyanyi, “…You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey…” Dan sungguh ajaib, si adik segera memberi respon, dan denyut nadinya mendadak kini menjadi teratur. Para perawat dan orang tua mereka hanya memandang takjub dan menangis melihat mujizat yang baru saja mereka lihat.

Ya mukjizat masih terjadi hingga saat ini. Hanya karena sebuah kasih yang tulus dari seorang kakak disertai dengan iman yang murni dari seorang anak kecil karena tidak tahu apa yang sesungguhnya sedang terjadi, si adik yang koma bisa memberikan respon dan mengalami kesembuhan. Kasih memang mengubah segala sesuatunya. Kasih memang di luar batas imajinasi kita. Memang mengasihi tidaklah mudah, tetapi marilah kita belajar dari anak kecil yang tulus ini tentang sebuah kasih. Kasih yang akhirnya bisa memberikan kehidupan baru bagi sang adik yang tergolek lemah. Marilah kita saling mengasihi antara satu dengan yang lain dengan kasih yang tulus dan tak terbatas. Dan mari kita terus belajar untuk memiliki iman yang murni, dimana iman yang tidak terpengaruh oleh keadaan tapi justru mempengaruhi keadaan. Karena itulah iman yang sesungguhnya. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s