Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Pilihan Ada di Tangan Kita

last chance“Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini; kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.” (Ulangan 30 : 19)

Sebelum saya bercerita, saya ingin bertanya suatu hal apakah hidup saya disebabkan oleh keadaan dan lingkungan saya sepenuhnya? Atau saya bisa memilih untuk mempengaruhi keadaan?

Ini adalah sebuah kisah dimana ketidakadilan terjadi pada seorang yang baik. Yohanes adalah seorang karyawan teladan, ia memegang bagian keuangan di kantornya. Keluarganya pun hidup dengan harmonis. Rayuan dari si Elis tidak membuatnya goyah. Ya, rayuan untuk selingkuh dan memanipulasi uang perusahaan ternyata tak berhasil. Hal ini membuat Elis mencari cara untuk membalas rasa sakit hatinya. Ia pun mencari kelemahan Yohanes, disebarkannya gosip ke seluruh perusahaan bahwa ia menjalin kasih dengan Yohanes, tetapi Yohanes tak bergeming sedikit pun. Tetapi sayang, hal ini berhasil mengelabui semua bawahan dari Yohanes, sehingga Elis mendapat akses untuk masuk ke bagian keuangan. Entah bagaimana, pada suatu hari uang 1 miliar bisa keluar tanpa diketahui keberadaannya. Ya memang ini semua ulah Elis, tetapi sayang Yohanes tidak punya bukti apa – apa. Ia pun dimasukkan ke dalam penjara, dan lebih parahnya lagi istri dan anak – anaknya tak mau menemuinya. Seluruh harta bendanya disita perusahaan. Di penjara pun, ia sering mendapat perlakuan kurang adil. Tetapi itu tak mengubah Yohanes. Ia berkata, “Manusia memang sering kali bertindak tak masuk akal dan egois, bagaimanapun juga, maafkanlah mereka. Kalau kamu berbuat baik, orang – orang akan menyangka kamu punya motivasi di balik perbuatan baikmu itu, bagaimanapun juga, teruskanlah berbuat baik. Kalau kamu sedang mengalami suatu perkara, kamu akan menemui kawan yang palsu, dan lawan yang sesungguhnya. Terus jalani urusan itu. Kalau kamu jujur dan terus – terang, orang akan mengira kamu sedang berbuat curang, bagaimanapun juga, tetaplah berlaku jujur. Apa yang kamu bangun selama bertahun – tahun, bisa saja dihancurkan oleh seseorang dalam waktu satu malam. Tapi tetaplah membangun bangunan itu. Kalau kamu berada dalam kedamaian dan kebahagiaan, orang – orang pasti iri dan cemburu; namun tetaplah bahagia dan tersenyum dalam kedamaianmu. Perbuatan baik yang hari ini kamu lakukan, bisa jadi dilupakan oleh orang esok hari; bagaimanapun juga, tetaplah berbuat baik. Berilah dunia ini yang paling bagus yang kau miliki, dan itu belum tentu cukup; tapi bagaimanapun juga, tetaplah memberi. Kamu lihat, pada akhirnya, ini adalah urusan antara kamu dan Tuhan.”

Ya, memang sulit menjadi seorang seperti Yohanes yang telah menunjukkan pada kita bahwa seharusnya kita yang mengendalikan keadaan dengan terus berbuat baik di saat semua orang tak adil pada kita, dengan terus jujur di saat orang lain berbuat curang pada kita. Karena pilihan untuk terus berbuat baik dan benar bukan berada di tangan orang lain, namun berada di tangan kita sendiri, dan itu adalah urusan antara kita dengan Tuhan. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s