Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Apa Masa Lalumu?

Azie Taylor Morton“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru akan datang.” (II Korintus 5 : 17)
15
Di sebuah universitas terkenal di Amerika Serikat, ada seorang wanita yang sedang memperkenalkan diri dan memberikan ceramah di hadapan ribuan mahasiswa. Pada awalnya wanita tersebut memperkenalkan dirinya sebagai seorang anak haram, karena ia tak pernah mengenal siapa ayahnya. Dan lebih parahnya lagi ia hidup dari keluarga yang sangat miskin. Ibunya adalah seorang tuna rungu dan tuna wicara. Sehingga sejak masa mudanya, ia terpaksa harus menjadi tulang punggung keluarganya walaupun hanya bisa bekerja sebagai buruh kasar. Bekerja sebagai buruh kapas, membuatnya kecewa terhadap Tuhan dan keadaan. Ia merasa hidup ini sangatlah tak adil. Ia terus bertanya, mengapa saya tidak dilahirkan dengan keadaan yang baik, di keluarga yang kaya dan terpandang? Hingga suatu saat Tuhan berbicara dalam hati nuraninya, “Azie tahukah kau bahwa hidup ini adalah pilihan? Mau tetap pada keadaanmu yang seperti ini atau memilih untuk melangkah keluar?”

Wanita ini terus berpikir dan ia membaca sebuah ayat kebenaran Firman Tuhan yang berkata, “Rancangan Tuhan atasmu bukan rencana kecelakaan, melainkan hari depan yang penuh harapan.” Akhirnya ia mengambil keputusan untuk memilih keluar dari rasa kecewanya. Ia mulai bekerja dengan giat, melanjutkan studi, hingga ia meraih kesuksesan. Ya, wanita tersebut adalah Azie Taylor Morton, mantan menteri keuangan Amerika Serikat. Seseorang yang awalnya merasa dia tak berharga akibat masa lalunya, kini mencapai puncak kesuksesannya karena ia mau berdamai dengan masa lalunya, melepaskan dan meninggalkan rasa kecewanya untuk menyongsong hari depan yang penuh harapan.

Sobat Talenta, setiap orang pasti memiliki masa lalu, baik ataupun buruk. Sesuatu yang baik menjadikan motivasi dalam hidup kita. Tetapi bagaimana jika masa lalu itu buruk? Banyak dari kita memilih kecewa, marah dan tidak terima dengan semuanya. Mungkin kita pernah mengalami hal yang sama. Kita pernah kecewa dengan keluarga, kecewa dengan keadaan kita, kecewa dengan lingkungan, merasa diri tak berarti dan itu membuat kita semakin hari semakin terpuruk bahkan stress berat. Tetapi, kalau kita mau berdamai dengan keadaan dan diri kita sendiri terkait masa lalu kita, maka semuanya pasti akan berubah. Memang benar keputusan untuk berdamai dengan masa lalu atau terus tinggal di dalam kekecewaan adalah pilihan kita. Sekarang, mana yang akan kita pilih? Memilih seperti Esau yang berdamai dengan dirinya dan Yakub atau seperti Yudas Iskariot yang akhirnya mati bunuh diri karena menyesal akan masa laluya dan terpuruk dalam keadaan itu. Jangan sampai kita salah pilih, karena yang terpenting bukan bagaimanakah masa lalu kita, namun bagaimanakah kita mengisi masa kini untuk menjadikan masa depan kita baik dan penuh harapan. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s