Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Apa Akan Kita Lakukan?

Kevin Carter“Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa” (Yakobus 4 : 17)

Pada tahun 1914, penghargaan tertinggi di bidang fotografi yang bernama “Pulitzer Prize” jatuh kepada sebuah foto jepretan Kevin Carter, wartawan New York Times. Foto itu melukiskan seorang gadis yang kelaparan dan berusaha merangkak menuju pengungsian PBB. Namun sayang, di sebelahnya terdapat burung pemakan bangkai. Tentu saja, hasil karya itu menimbulkan pro dan kontra. Bahkan beberapa pembaca menelepon dan mencaci maki, serta ada juga yang bertanya bagaimana cara membantu gadis kecil di Sudan, Afrika Utara tersebut. Dan sungguh tragis, dua bulan setelah Kevin Carter menerima penghargaan bergengsi itu, ia mati bunuh diri karena merasa bersalah dengan cacian orang yang mengkritiknya dan mengatakan, bukankah jauh lebih baik bila dirinya yang menolong anak itu dibandingkan hanya memfoto anak itu demi kepentingan dirinya sendiri. Dan itu sungguh menyiksa batinnya, hingga akhirnya dia bunuh diri. Sebuah penghargaan yang akhirnya ditebus sangat mahal.

Sobat Talenta, berapa banyak dalam kehidupan ini, secara sadar atau tidak, kita seperti Kevin Carter, yaitu melihat orang yang membutuhkan pertolongan, namun kita hanya melihat, berkomentar atau bahkan menghakimi dan mencari keuntungan dari apa yang terjadi. Sobat Talenta, marilah kita belajar untuk tanggap dengan keadaan. Seandainya waktu itu Kevin Carter tanggap, tidak hanya memfoto namun juga menolong anak yang kelaparan itu, maka tentu ia tidak akan mati bunuh diri, dikarenakan rasa bersalah yang terus menuduhnya. Mari kita mulai belajar tanggap dan mengamati lingkungan sekitar kita, apakah masih ada orang – orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Namun banyak dari kita hanya diam saja sebagai pengamat. Padahal Firman Tuhan berkata, barangsiapa tahu berbuat baik tetapi ia tidak melakukannya ia berdosa. Jadi marilah kita menjadi pelaku Firman dengan menolong orang – orang di sekitar kita dengan apa yang kita bisa. Jangan tunggu penyesalan datang. Karena penyesalan itu selalu datang terlambat. Namun bila kita juga pernah lalai, jangan biarkan rasa bersalah yang berkepanjangan terus menuduh kita dan membuat kita frustasi. Jangan sampai kita melakukan tindakan konyol dan sesat yaitu bunuh diri, karena di dalam Tuhan Yesus selalu ada pengampunan dan selalu ada kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik bagi orang yang mau bertobat. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s