Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Arti Sebuah Kasih

Love“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.” (I Korintus 13 : 4 – 5)

Ini adalah sebuah kisah nyata di kampung Dakou kota Liushan, pengunungan Tunui. Da Chayun nama pemuda itu, ia adalah seorang guru yang benar – benar mendedikasikan hidupnya hanya untuk anak – anak di desanya. Ia memiliki seorang istri yang sangat mencintainya, namanya Li Zhengjie. Suatu hari setelah ia bekerja keras memperbaiki sekolah yang hancur karena banjir, ia menderita sakit dan akhirnya mengalami kelumpuhan. Namun impiannya untuk mendidik anak – anak belumlah surut. Melihat suaminya dan impiannya itu, Li Zhengjie pun mengatakan sanggup untuk menggendong suaminya ke sekolah setiap hari. Demikianlah, bertahun – tahun berlalu, Li Zhengjie terus menepati janjinya walaupun harus jatuh bangun dalam menggendong suaminya dari rumah menuju ke sekolah. Bahkan pada suatu hari, ia bersama suaminya pernah hanyut di dalam sungai, namun tertolong oleh ayah Li Zhengjie. Melihat pengorbanan sang istri, Da Chayun merasa bersalah dan ia pun mencari cara agar mereka bercerai, karena tak ingin membebani istrinya terus. Secara sengaja, ia membuat pertengkaran yang hebat, sehingga benar saja mereka memutuskan untuk bercerai. Hari itu adalah hari sidang perceraian mereka dan seperti biasa, sang istri masih menggendongnya menuju pengadilan, melihat hal itu hakim meminta mereka pulang dan kembali rujuk. Setelah pulang, Li Zhengjie hanya mengucapkan sebuah kalimat pada suaminya. Walaupun nanti kamu tidak bisa bangun lagi, saya juga akan menggendong kamu sampai tua.” Akhirnya mereka menjalani hari kembali bersama – sama. Kini anak didik Da Chayun sudah banyak yang menjadi orang sukses dan mereka membantu Bapak guru mereka ini kembali.

Sobat Talenta, dalam sebuah kasih sayang pasti ada pengorbanan. Tuhan sebagai wujud kasih sayangnya, Ia mengirimkan putraNya yang terkasih sebagai ganti dosa umat manusia. Ya, memang sulit untuk berkorban, tetapi sudah sepantasnya kita berkorban demi kebaikan orang – orang yang kita kasihi. Berkorban bisa berbicara materi, waktu bahkan perasaan. Untuk dapat mengasihi Tuhan, kita harus berkorban waktu kita duduk diam di bawah kakiNya. Sang ayah harus berkorban waktu dan energi untuk bermain bersama anaknya, padahal mungkin ia sedang lelah ataupun sakit. Sang ibu harus berkorban bangun pagi hanya untuk membuatkan sarapan satu keluarga. Itu semua hanya karena kasih dan cinta. Saat kita mengasihi seseorang berarti kita juga siap untuk berkorban buat orang tersebut. Jadi, biarlah kasih yang menjadi dasar bagi kita dalam melakukan segala sesuatu. Karena orang yang betul – betul mengasihi tidak memikirkan kepentingannya sendiri, namun selalu memikirkan kepentingan orang yang dia kasihi. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s