Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Hidup Atau Mati

3d rendering of signs with "LIFE" and "DEATH" pointing in opposite directions“Sebab itu, jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi, baik hidup, baik mati kita adalah milik Tuhan.” (Roma 14 : 8)

Di tengah samudera yang luas, tiba – tiba terjadi angin ribut. Dan pada saat itu, sebuah kapal dengan penuh penumpang sedang berlayar menuju Inggris. Kapal itu pun tak luput dari hantaman badai tersebut. Seluruh penumpang berteriak ketakutan. Para awak kapal bergegas membuat semua orang tenang. Namun ada seorang ibu yang tetap asyik duduk santai di bangkunya. Tentu saja semua orang heran, termasuk para awak kapal. Setelah situasi dapat teratasi, banyak orang mendatangi ibu ini dan bertanya rahasianya. Dan dengan tenang ibu ini menjawab, “Saya mempunyai dua anak, yang sulung sudah dipanggil Tuhan terlebih dahulu dan sekarang berada di surga, sementara yang bungsu sedang berada di Inggris, di tempat yang hendak saya kunjungi sekarang ini. Jadi untuk apa saya takut. Karena jika kapal ini tenggelam saya akan bertemu dengan anak saya yang sulung karena ia sedang berada di surga sekarang. Namun, jika saya selamat saya masih bisa bertemu dengan anak bungsu saya di Inggris. Jadi bagi saya hidup atau mati adalah kesukaan.” Semua orang tertegun mendengar jawaban ibu ini.

Sobat Talenta, ibu tadi adalah gambaran dari seseorang yang sudah memiliki tujuan hidup. Karena bagi dia kematian juga merupakan kesukaan, demikian juga kehidupan. Paulus pernah menulis dalam kitabnya bahwa mati adalah keuntungan dan hidup adalah untuk Kristus. Dua – duanya memiliki keuntungan yang harus dilakukan untuk Tuhan. Dan sebagai anak – anak Tuhan, sudah seharusnya bila kita juga memiliki prinsip hidup yang seperti itu. Selagi Tuhan memberikan kita nafas kehidupan, marilah kita melakukan hidup ini untuk menyenangkanNya, dengan penuh sukacita dan menikmati kehidupan ini di dalam rencana Tuhan Yesus. Seperti ibu tadi yang menggunakan kesempatan umur panjang untuk menikmati hidupnya, yaitu untuk bertemu dan menyenangkan anaknya yang ada di Inggris. Namun demikian juga sebaliknya. Jika memang suatu hari nanti akan tiba waktunya bagi kita untuk meninggalkan dunia ini, dan pulang menghadap Bapa kita di surga, maka tidak ada yang perlu kita takuti ataupun kita sesali, karena justru kita juga akan mengalami sukacita yang luar biasa untuk memulai sebuah kehidupan yang baru, kehidupan yang kekal bersama Tuhan Yesus, sebuah kehidupan yang didambakan oleh setiap orang di muka bumi ini, yaitu kehidupan yang penuh sukacita, penuh damai sejahtera dan tidak ada lagi ratap tangis didalamnya. Jadi jangan takut akan kehidupan dan kematian karena hidup dan mati sudah selayaknya adalah milik Tuhan. Sehingga kita dapat berkata, baik hidup, baik mati kita adalah milik Tuhan, dan semuanya adalah keuntungan bagi kita. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s