Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

Good Speed

Ps. Yosi Here

rockDi musim “Spring of Planting” ini, benih dan tanah menjadi faktor bagaimana benih yang ditabur akan menghasilkan buah yang lebat atau tidak. Namun tidak hanya itu saja, anda diajar pula bagaimana menghandle berkat atas tuaian yang anda alami. Coba anda perhatikan kisah Nuh. Setelah dia dan keluarganya terlepas dari air bah, ia menjadi petani dan membuat kebun anggur (Kej 9:19). Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang di dalam kemahnya (Kej 9:20). Jika anda perhatikan kisah selanjutnya di dalam Kej 19:21-25, diketahui bahwa Nuh mengutuk salah satu anaknya, Ham, akibat dia tidak bisa mengendalikan berkat Tuhan.

Bagaimana dengan anda? Apa yang akan anda lakukan ketika berkat Tuhan turun berkelimpahan di dalam kehidupan anda? Jika anda tidak dapat mengontrol diri anda, anda akan mabuk dan tenggelam dalam berkat Tuhan. Janganlah anda kehilangan berkat yang sebenarnya. Dalam hal ini bukanlah berkat secara materi, melainkan damai sejahtera yang tinggal diam di dalam diri anda.

Tuhan memberikan kepercayaan kepada anda untuk mengelola berkat Tuhan yang telah diberikan. Butuh sebuah tanggung jawab untuk bisa melakukan hal itu. Jika anda setia dalam perkara kecil, maka Tuhan akan meberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar (Mat 25:21).

Berkat Tuhan itu progresif, tergantung bagaiamana kita mengelolanya. Kepercayaan yang Tuhan berikan kepada anda adalah kepercayaan yang bersifat jangka panjang (long term). Ketika anda mendapatkan berkat, anda diajar untuk bisa menyalurkan berkat itu kepada anak dan cucu anda. Dalam Mat 24:45-46, “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” Kata “bijaksana” (di dalam Mat 24:25), berbicara tentang talenta. Ketika seseorang memiliki hikmat, secara langsung dia diberikan talenta untuk mengembangkannya.

Tuhan mau agar anda memiliki karakter hamba yang Tuhan inginkan. Ada 3 tingkatan level hamba, yakni orang percaya, orang dapat dipercaya, dan orang kepercayaan. Dalam hal ini, orang kepercayaan diberikan segala sesuatu kepadanya dan dipercayakan untuk mengelola semuanya itu.

Kej 24:1-12 menceriakan bagaimana proses yang dialami Eliezer, hamba Abraham, diutus oleh tuannya untuk mengambil istri bagi anak Abraham, Ishak. Eliezer adalah hamba yang setia dan mendapatkan kepercayaan untuk mengelola semua yang ada, termasuk keuangan Abraham. Alkitab mencatat dalam perjanjian lama, seorang budak hanya utuh 7 tahun untuk mengabdi kepada tuannya. Setelah itu, ia mendapatkan kebebasan untuk tetap setia atau pergi meninggalkan tuannya. Karena kesetiaan Elliezer, dia rela menjadi hamba Abrahan untuk sisa hidupnya. Bagaimana kehidupan anda? Kita telah ditebus oleh darahNya dan kita telah menjadi milik Kristus. Seperti halnya nilai berlian yang diukur berasarkan 4C: Carat (karat), Clarity (kejernihan), Cut (potongan), dan Certificate (sertifikat).

Terdapat 4C karakter Tuhan sehingga kita bisa menjadi benih dan tanah yang baik sehingga menghasilkan berkat yang Tuhan inginkan:

  1. Commitment To The Covenant (Komitmen Kepada Perjanjian)

Komitmen berbicara tentang hati yang mau terus berpaut pada janji yang Tuhan berikan kepada kita. Eliezer memiliki karakter ini. Ia adalah hamba yang bertanggung jawab atas tugas yang telah diberikan kepada tuannya.

  1. Consistent To His Calling (Konsisten Kepada Panggilan)

Meski jabatan Eliezer telah selesai sebagai seorang hamba, ia tetap konsisten melayani tuannya, Abraham. Kita diajar untuk konsisten untuk mengikut Tuhan. Apapun yang terjadi, milikilah konsisten dalam hidup anda.

  1. Courages (Keberanian / Ketabahan)

Eliezer adalah hamba yang berani dan tabah untuk mengikuti apa yang diminta tuannya. Dalam hidup anda, pernahkah anda merasa bahwa yang Tuhan minta untuk anda lakukan adalah sesuatu yang sulit dan mustahil untuk dilakukan? Milikilah ketaatan dalam mengerjakan apa yang Tuhan yang mau. Ketika anda berani melangkah, maka Tuhan akan membukakan pintu untuk menyelesaikan itu semua. Jadilah mempelai Kristus yang memiliki keberanian dan ketabahan.

  1. Completed The Task (Menyelesaikan Tugas)

Eliezer menyelesaikan tugasnya sampai akhir. Demikian di dalam hidup anda. Tuhan memberikan anda tanggung jawab untuk anda lakukan dan selesaikan. Jadilah hamba yang setia biarpun ujian dan cobaan akan datang menerpa. Selesaikanlah apa yang telah Tuhan percayakan di dalam hidup anda.

 

Butuh sebuah komitmen, konsisten, dan keberanian untuk menyelesaikan tugas yang telah dipercayakan Tuhan kepada anda. Jadi siapkah anda untuk melakukan hal itu?

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (7 Pebruari 2016) di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s