Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

I N T E G R I T A S

pemimpin“Jika ya, hendaklah kamu katakan : ya, jika tidak hendaklah kamu katakan : tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5 : 37)

Pada suatu hari terjadi perang antara bangsa burung dan binatang buas. Perang ini merebutkan tempat kekuasaan. Hari itu bangsa burung nyaris saja kalah, lalu kelelawar yang melihat itu segera menjauh dan bersembunyi di balik pohon hingga pertempuran selesai. Akhirnya hari itu pertempuran dimenangkan oleh binatang buas. Kelelawar yang tadinya bersembunyi, kini keluar dan ikut bergabung dengan binatang buas itu merayakan kemenangan mereka. Setelah beberapa saat, salah seorang dari binatang buas itu mulai sadar, bahwa kelelawar memiliki sayap dan merupakan bangsa burung. Kelelawar pun menjadi sangat takut dan berkata, “Tidak, aku bukan bangsa burung, tetapi aku adalah salah satu dari kalian, lihatlah gigiku ini, tak ada burung yang memiliki gigi seperti itu.” Akhirnya para binatang buas berhasil diyakinkan oleh kelelawar. Mereka pun tinggal berdampingan. Hingga suatu hari bangsa burung menyerang mereka kembali dan kali ini bangsa burung memenangkan pertarungan. Sama seperti sebelumnya, setelah bersembunyi dan mengetahui pemenangnya, kelelawar pun berpindah tempat dan kini mengikuti bangsa burung merayakan kemenangan mereka. Namun, kembali salah seorang dari burung tersebut melihatnya, mereka menegur kelelawar, “Hai, kamu itu musuh kami. Kami melihat engkau bersama binatang buas itu dan ikut melawan kami!”

Dan lagi – lagi kelelawar mengelak dengan mengandalkan sayapnya. Dan perang itu pun terus berlangsung, sehingga PBB (Persatuan Bangsa Binatang) membahasnya, agenda pertama mereka adalah membahas tentang bangsa kelelawar. Setelah mendengar beberapa kesaksian PBB menyimpulkan bahwa kelelawar bersalah karena selalu berpindah – pindah kubu. Itu menunjukkan bahwa kelelawar tidak memiliki integritas. Akhirnya sanksi pun dijatuhkan. Mulai hari itu kelelawar tidak boleh kemana – mana dan hanya boleh terbang pada malam hari. Kelelawar pun tertunduk lesu meratapi nasibnya, ia tidak pernah menyadari bahwa integritas itu merupakan kekayaan yang bisa dipakai untuk mengatasi kesulitan hidup ini.

Ya, integritas sangatlah penting bagi kita dalam melakukan segala sesuatu, baik itu dalam pelayanan, pekerjaan, dalam studi bahkan dalam kehidupan bermasyarakat. Integritas sendiri berarti mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, kejujuran; dengan kata lain adalah sikap yang harus dimiliki seseorang yang menunjukkan kualitasnya dalam bersikap. Kewibawaan dalam bertindak dan kejujuran dalam bermasyarakat. Seorang yang memiliki integritas akan memiliki komitmen yang kuat dan menjadi modal yang kuat untuk maju. Jadi, marilah memiliki integritas yang kuat dalam semua aspek kehidupan kita. Jangan menjadi orang yang mudah diombang – ambingkan dengan situasi dan kondisi yang ada. Jangan menjadi orang yang tidak memiliki prinsip dalam hidup ini, karena surga tidak mengenal area “abu – abu”. Tapi surga adalah sesuatu yang pasti dan hanya disediakan bagi orang – orang yang mempunyai prinsip yang jelas yaitu memilih Yesus Kristus dalam seluruh hidupnya. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s