Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Kekuatan Imajinasi

dongkrak“Dalam pikiranpun janganlah engkau mengutuki raja, dan dalam kamar tidur janganlah engkau mengutuki orang kaya, karena burung di udara mungkin akan menyampaikan ucapanmu, dan segala yang bersayap dapat menyampaikan apa yang kauucapkan.” (Pengkhotbah 10 : 20)

Seorang pria sedang menyetir mobilnya melalui sebuah jalan desa pada suatu larut malam, saat tiba – tiba bannya kempes. Ia membuka bagasi mobilnya dan mendapati bahwa ia lupa mengembalikan dongkrak ke dalam mobilnya, saat terakhir kali ia menggunakannya. Ia melihat cahaya dari sebuah rumah pertanian di kejauhan dan mulai berjalan ke sana, berharap dapat meminjam sebuah dongkrak. Sambil melangkahkan kaki ia mulai berpikir, ‘aku akan mengetuk pintu dan berkata saya mengalami kesulitan dan apakah anda bersedia meminjami saya sebuah dongkrak. Ia mungkin akan menjawab boleh saja.’ Ketika ia semakin mendekati rumah itu, ia kini melihat bahwa cahaya rumah itu telah padam. Ia kini kembali berpikir. Sekarang ia tentu sudah tidur dan akan marah karena aku telah membangunkan dia. Lebih baik aku memberinya satu dolar karena sudah merepotkan dia.

Orang itu meneruskan percakapan imajinasi dalam pikirannya sambil terus berjalan. Ia kini berpikir lagi, Bagaimana kalau ia sedang pergi dan istrinya sendirian? Istrinya pasti takut membuka pintu. Lebih baik aku memberinya lima dolar. Jumlah ini, bagaimanapun juga, rasanya terlalu banyak. Lima dolar! Baiklah, tapi tidak lebih sesenpun. Namun bagaimana jika aku dikira seorang perampok, dan tiba – tiba dia mengambil senapannya untuk menembak diriku?

Pada saat itu, ia sudah sampai di serambi rumah pertanian tersebut. Ia mulai mengetuk pintu dengan perasaan takut. Ketika si petani pemilik rumah melongokkan kepala dari jendela di lantai atas dan berteriak keras, “siapa dibawah situ?”

Si orang asing dengan berbagai pikirannya yang berkecamuk, segera menjawab, “Huh anda pikir aku akan mempertaruhkan nyawaku hanya untuk memperoleh pinjaman dongkrak, simpan saja dongkrakmu itu, aku lebih sayang nyawaku daripada dongkrakmu.” Teriak pria asing itu sambil berlari menjauh dari rumah si petani, karena takut ditembak…!

Ya, si pria asing gagal memperoleh pinjaman dongkrak, dan bahkan lari dengan penuh ketakutan bukan karena menerima ancaman yang sesungguhnya. Namun dia merasa ketakutan hanya karena akibat imajinasi negative yang ia reka – reka sendiri.

Imajinasi yang ada dalam pikiran kita memang mempunyai kekuatan yang luar biasa, karena itu akan mempengaruhi emosi kita, dan tindakan kita. Seringkali kita mengalami ketakutan bukan karena keadaan yang sebenarnya, namun hanya karena pikiran atau imajinasi negative kita. Jadi pilihlah imajinasi yang baik dan positif, karena itu akan mempengaruhi perasaan dan tindakan kita. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s