Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Posisi Yang Benar

polite_preschoolers“Bagaimanapun juga, bagi kamu masing – masing berlaku : kasihanilah istrimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.” (Efesus 5 : 33)

Pada suatu waktu setelah hari kiamat, para malaikat mengumpulkan para suami. Rupanya malaikat ingin mengetahui bagaimana besarnya dominasi suami terhadap istri.

Salah seorang malaikat berkata, “Coba para suami bentuk dua barisan, satu barisan untuk suami yang mendominasi istrinya, dan satu baris lagi untuk suami yang didominasi oleh istri.”

Setelah beberapa saat, malaikat mulai memeriksa barisan dan melihat hanya ada satu suami yang berada pada barisan “suami yang mendominasi istri”, yang lainnya berada dalam barisan “suami yang didominasi istri.”

Melihat hal itu, marahlah malaikat, “Aku sangat kecewa melihat kenyataan ini, bukankah suami diciptakan untuk menjadi pemimpin istrinya, dan bukan sebaliknya. Lihat pria ini, kalian semua harus mencontoh pria satu ini!” Sambung malaikat, “kau membuatku bangga. Coba katakan bagaimana cara hidupmu sehingga hanya engkau yang berada di barisan ini.”

Pria ini berkata, “Nggak tau, tadi saya disuruh istri saya berdiri di sini, nggak boleh ke mana – mana.”

Kita mungkin tersenyum mendengar kisah di atas, namun seringkali kita sebagai anak Tuhan juga melupakan panggilan kita masing – masing, entah itu panggilan sebagai suami, sebagai istri, sebagai orang tua, ataupun sebagai anak. Tuhan memberikan tanggung jawab kepada setiap pria untuk menjadi suami yang baik dan sebagai kepala keluarga. Dimana seorang suami harus mengasihi istrinya seperti dirinya sendiri, sementara istri juga harus tunduk kepada suami, sama seperti kepada Kristus. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana caranya supaya kebenaran Alkitab ini dapat diterapkan dalam setiap kehidupan keluarga Kristen? Siapa yang harus memulai terlebih dahulu? Jawabannya adalah, mulailah dari diri sendiri terlebih dahulu, bila kita sebagai suami ingin dihormati, maka kasihilah istri kita terlebih dahulu dan jadilah orang yang pantas untuk dihormati. Bila kita sebagai istri ingin dikasihi, maka hormati dan tunduklah kepada suami kita terlebih dahulu dan jadilah orang yang pantas untuk dikasihi. Bila kita sebagai anak, ingin orang tua kita lebih memperhatikan dan semakin menyayangi kita, maka hormati dan taati orang tua kita terlebih dahulu. Dan bila kita sebagai orang tua, ingin agar anak – anak bisa menghormati kita, maka jangan abaikan anak – anak kita. Namun mari kita perhatikan mereka dengan kasih sayang yang besar. Karena apa yang kita ingin orang lain perbuat pada kita, biarlah itu yang kita lakukan terlebih dahulu kepada mereka. Dan jangan terkejut bila pada akhirnya kita menuai hal – hal yang jauh lebih besar dari apa yang sudah kita berikan. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s