Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

So What?

Charles G. Finney“namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku.” (Galatia 2 : 20)

Suatu pagi, Charles G. Finney, seorang trainee muda, sedang duduk di sebuah kantor pengacara di negara bagian New York. Ia sendirian saja ketika tiba – tiba Tuhan berbicara kepadanya.

“Finney, apa yang akan kamu lakukan saat kamu menyelesaikan pelajaranmu?”

Katanya, “Aku akan memasang papan nama dan memulai praktik hukum.”

“Lalu apa?”

Finney menjawab, “Jadi kaya”

“Lalu apa?”

Katanya, “Pensiun,”

“Lalu apa?”

“Mati.”

“Lalu apa?”

Dan Finney mengucapkan kata – kata berikutnya dengan suara gemetar, “Penghakiman.”

Finney segera meninggalkan kantor itu dan berlari ke hutan yang terletak hampir 1 km jauhnya. Di sana ia berdoa sepanjang hari dan bersumpah bahwa ia tidak akan meninggalkan hutan sampai ia berdamai dengan Tuhan. Ia telah mempelajari hukum selama empat tahun. Namun malam itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Sebuah awal yang baru dari kehidupan yang luar biasa, siap dimulai menjadi titik balik dalam hidupnya. Sebuah awal yang baru dari kehidupan yang luar biasa, siap dimulai. Ia muncul dari hutan malam itu dengan satu tujuan mulia, yaitu hidup hanya bagi kemuliaan Tuhan dan menikmati-Nya selamanya. Allah mulai memakainya dengan cara – cara yang ajaib, bukan sebagai pengacara, namun sebagai pengkhotbah. Ia membawa ribuan orang untuk bertobat selama lima puluh tahun berikutnya.

Untuk bisa dipakai oleh Tuhan, memang tidak harus menjadi pengkhotbah yang hebat seperti Finney, karena setiap dari kita mempunyai panggilan yang berbeda dalam hidup ini, namun untuk bisa dipakai Tuhan dibutuhkan suatu penyerahan diri secara total, sehingga bukan lagi ambisi kita pribadi yang menjadi tujuan hidup kita, namun hidup dengan satu tujuan mulia, yaitu melalui diri kita, melalui pekerjaan kita, dan melalui segenap keberadaan kita. Biarlah hanya nama Tuhan yang ditinggikan, dan biarlah hanya kerajaanNya yang semakin besar. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s