Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Mawar Merah

“Karena itu, Aku berkata kepadamu : Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai” (Lukas 12 : 22b)

Catrine, adalah seorang wanita yang sangat menyukai bunga mawar. Sehingga setiap hari valentine, suaminya akan selalu mengirimkan bunga mawar dengan sebuah kartu ucapan. Suaminya selalu membayar mawar – mawar tersebut dimuka karena takut jika ia lupa mengirimkan akibat kesibukannya. Tahun ini suaminya meninggal. Kini Catrine mulai merenung, ia meletakkan bunga mawar tahun kemarin di dekat foto suaminya. Setahun telah lewat, dan ini adalah saat yang sulit baginya. Ia tak mungkin mendapatkan bunga mawar itu lagi. Hari ini tepat hari valentine, bel di rumahnya berbunyi dan anehnya setelah dibuka seperti hari – hari sebelumnya, dilihatnya buket mawar di depan pintunya dan ia begitu terkejut melihatnya. Ia sungguh marah karena ia berpikir ada orang yang sengaja melakukannya untuk dia, sehingga membuatnya dia terus teringat akan suaminya. Hal itu menyakitkan hatinya. Ia pun menelepon toko bunga tersebut. Dari kejauhan sang pemilik toko berkata, “Ya, saya sudah tahu kalau suami Nyonya telah meninggal lebih dari setahun yang lalu. Saya tahu anda akan menelepon dan ingin tahu mengapa semua ini terjadi. Begini Nyonya, bunga yang anda terima hari ini sudah dibayar di muka oleh suami anda. Suami anda selalu merencanakannya dulu dan rencana itu tidak akan berubah. Ada standing order di file saya, dan dia telah membayar lunas semuanya, maka anda akan menerima bunga – bunga itu setiap tahun. Ada lagi yang harus anda ketahui. Dia menulis surat special untuk anda yang ditulisnya bertahun – tahun yang lalu, dimana harus saya kirimkan kepada anda satu tahun kemudian jika dia tidak muncul lagi di sini memesan bunga mawar untuk anda. Lalu tahun kemarin, saya tidak temukan dia di sini, maka surat itu harus saya kirimkan setahun lagi yaitu tahun ini, surat yang ada bersama dengan bunga itu sekarang…”

Dan inilah isi surat dari suaminya itu, “Dear kekasihku, Aku tahu ini sudah setahun semenjak aku pergi. Aku harap tidak sulit bagimu untuk menghadapi semua ini. Kau tahu, semua cinta yang pernah kita jalani membuat segalanya indah bagiku. Kau adalah istri yang sempurna bagiku. Aku tahu ini baru setahun. Tapi tolong jangan bersedih, aku ingin kau selalu bahagia, itulah mengapa mawar – mawar itu akan selalu dikirimkan kepadamu. Ketika kau terima mawar itu, ingatlah semua kebahagiaan kita, dan betapa kita begitu diberkati. Aku selalu mengasihimu dan aku tahu akan selalu mengasihimu. Tapi istriku, kau harus tetap berjalan, kau punya kehidupan. Bunga mawar itu akan selalu datang setiap tahun, dan hanya akan berhenti ketika pintu rumahmu tidak ada yang menjawab dan pengantar bunga berhenti mengetuk pintu rumahmu. Tapi kemudian dia akan datang 5 hari itu, takut kalau engkau sedang pergi. Tapi jika pada kedatangannya yang terakhir dia tetap tidak menemukanmu. Dia akan meletakkan bunga itu ke tempat yang ku suruh meletakkan bunga – bunga mawar itu ditempat dimana kita berdua bersama lagi untuk selamanya…I love you more than last year, honey…”

Wow, sungguh kisah yang mengharukan. Sebuah kasih dan cinta yang membuat suami sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk sang istri. Tahukah kita, bahwa kita juga mempunyai seorang kekasih yang begitu mengasihi kita dan sudah mempersiapkan segala kebutuhan kita dalam hidup ini. Dialah Yesus Kristus Tuhan kita. Saat ini Tuhan Yesus memang sudah tidak berada di bumi ini lagi, karena kini Dia bertahta di Surga. Namun kita tidak perlu khawatir akan masa depan kehidupan kita, karena Dia sudah merencanakan dan mempersiapkan tahun demi tahun untuk selalu memberikan yang terbaik bagi kita semua. Dan tahukah kita, bahwa semuanya sudah lunas Dia bayar di atas kayu salib, sehingga kita tinggal menerima saja kasih karunia dan kemurahan dari Tuhan Yesus. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s