Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Seberapa Lamakah Kita Pegang?

gelas“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sendiri cukuplah untuk sehari.” (Matius 6 : 34)

Di sebuah kampus dengan mata kuliah manajemen stress, Stephen Covey mengangkat gelas kecil berisi air di atas kepalanya dan bertanya kepada mahasiswanya, “Seberapa beratkah menurut anda gelas ini?” Para mahasiswa mulai menjawab, ya sekitar 200gr hingga 500gr. “Ya itu memang masalah absolutnya, dan itu benar. Tetapi ada yang lebih penting dari pada itu untuk mengukur seberapa berat gelas ini, yaitu seberapa lama anda akan memegangnya,” timpal Stephen Covey.

Seluruh mahasiswa tampak kebingungan, dan sang dosen melanjutkannya kembali, “Jika saya memegangnya dengan tangan teracung di atas kepala saya selama kurang dari 1 menit, maka gelas ini akan terasa ringan sekali. Jika saya memegangnya dengan posisi yang sama selama 1 jam, pasti tangan kanan saya akan mulai terasa sakit dan pegal – pegal. Dan jika saya meneruskan untuk memegangnya dengan posisi yang sama selama seharian penuh, maka bisa dipastikan saya akan masuk ke rumah sakit. Berat dari gelasnya memang tidak berubah, namun seberapa lama saya memegangnya, itu yang membuat gelas ini terasa ringan atau berat.”

Seorang mahasiswa kembali bertanya, “Maksud dari ilustrasi tersebut apa ya pak?” Stephen Covey menjawab, “Dalam kehidupan ini, kita pasti memiliki masalah ataupun persoalan yang mungkin menjadi pergumulan atau beban hidup kita masing – masing. Nah yang menjadi pertanyaan penting adalah, apa yang akan terjadi jika beban kehidupan itu terus kita pikul dan terus kita bawa tanpa ada waktu sedikitpun untuk melepaskannya. Ya, beban itu bisa dipastikan akan terus meningkat beratnya. Kita akan mulai jenuh, stress bahkan bisa mengalami depresi, dan bisa pula berujung pada sakit secara fisik dan mental.”

Salah seorang mahasiswa kembali bertanya, “Lalu apa yang harus kita lakukan?” Covey kembali menjelaskan, “Kita harus meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak dan mengangkatnya lagi. Jadi dengan cara yang sama, marilah kita tinggalkan setiap beban kita sore ini di kelas ini dan jangan dibawa pulang. Jangan kalian terus – terusan memegang beban pelajaran di kampus ini hingga kalian pulang ke rumah, karena besok kalian harus mengangkatnya lagi. Dan kelas hari ini berakhir”

Sobat Talenta, hidup ini sangatlah singkat. Jadi jangan kita selalu berpikir tentang beban kehidupan kita, sehingga membuat kita stress dan depresi. Tetapi marilah kita belajar untuk tahu kapan harus melepaskannya dan kapan kita mulai kembali memikirkan dan mencari solusinya. Mari belajar untuk menikmatinya dan memanfaatkannya untuk pertumbuhan hidup kita. Kalau kita renungkan, berapa banyak dari kita yang tidak bisa tidur dengan nyenyak di malam hari, hanya karena sibuk memikirkan segala beban kehidupan kita. Kita takut akan hari esok, memikirkan pekerjaan di kantor, berpikir tentang tugas – tugas dan rumah, dan lain sebagainya. Ingatlah selalu, bahwa malam hari adalah waktunya kita melepaskan setiap pergumulan kita dan meletakkannya dibawah kaki Yesus di dalam doa. Dan percayalah Tuhan yang akan membantu kita untuk menyelesaikan semuanya ini. Jadi yang terpenting bukanlah seberapa berat beban dan persoalan hidup yang sedang kita alami. Namun yang terpenting adalah seberapa lama kita mau terus memikirkan atau “memegang” beban dan persoalan hidup kita. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s