Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Bambu dan Pakis

bambu dan pakis“Sebab Aku ini mengetahui rancangan – rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29 : 11)

Suatu hari aku mengeluh kepada Tuhan, “Aku jenuh dengan semua yang aku alami.” Tetapi Tuhan hanya mendengarkanku dan membawaku ke suatu tempat. Ia memintaku untuk melihat sekelilingku di dalam hutan tersebut, lalu Tuhan mulai bercerita, “Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku merawat mereka dengan sama. Tetapi pakis itu lebih cepat tumbuh dibanding bambu dan tak sedikitpun Aku lihat tanda – tanda kehidupan dari tanaman bambu. Tahun demi tahun pun berlalu, Aku tak pernah menyerah untuk merawat benih bambu. Dan hasilnya, pada tahun kelima Aku mulai melihat tunas kecil tumbuh dari benih bambu itu. Ya, pertumbuhan yang sangat lambat dibanding dengan tanaman pakis. Enam bulan kemudian di tahun yang kelima, akhirnya bambu itu tumbuh lebih dari 400 kaki. Ternyata bambu itu membutuhkan 4 tahun untuk menumbuhkan akar – akarnya. Akar – akar itu yang menjadikannya kuat.”

Lalu aku bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, mengapa Engkau menceritakan ini padaku?” Tuhan pun menjawab dengan tersenyum, “Anakku, dari semua kejenuhan yang kau rasakan, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar – akarmu, janganlah kau pernah menyerah. Dan jangan pernah mencoba membandingkan dirimu dengan orang lain yang kelihatannya hidupnya lebih indah dan tidak membosankan, seperti halnya apa yang terjadi pada pakis dan bambu dalam hutan ini. Karena saatmu akan tiba, engkau akan tumbuh tinggi.”

Aku pun mencoba bertanya lagi, “Tuhan, kalau begitu sampai kapan aku harus bertumbuh dalam tantangan hidup ini?”

Tuhan pun balik bertanya padaku, “AnakKu, sampai seberapa tinggikah bambu – bambu itu bisa tumbuh?”

Dan aku menjawab, “Sampai setinggi yang mereka mampu.”

Tuhan pun kembali menjawab, “Dan seharusnya sampai batas itulah, kau harus bertumbuh dalam dunia ini.” Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu.

Sobat Talenta, marilah kita menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah menyerah terhadap hidup kita. Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini kita jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Jangan mengeluh dan menjadi bosan di saat kehidupan kita seolah tidak bergerak maju atau tidak mengalami pertumbuhan apapun seperti yang kita harapkan. Karena justru di saat itulah, Tuhan sedang membentuk karakter kita agar semakin kuat dan kita mempunyai pondasi yang kuat untuk menopang kehidupan kita yang siap menjulang tinggi di waktu yang akan datang. Sesungguhnya hari – hari yang baik akan memberikan kebahagiaan dan hari – hari yang kurang baik memberi pengalaman, namun kedua – duanya memberi arti bagi kehidupan ini. Seperti pohon bambu dan pakis di dalam hutan tadi.

Jadi jangan bosan dengan kehidupan ini, jangan mengeluh dengan hal – hal biasa yang kita lakukan setiap hari. Mari bangkit dan temukan kembali keindahan di dalam setiap kehidupan kita saat ini. Karena sekecil apapun hal yang kita lakukan, dan walaupun nampaknya tidak berarti, namun, dihadapan Tuhan tidak ada yang sia – sia dan tak berguna. Semuanya berguna karena kita diciptakan Tuhan bukan untuk menjadi pribadi yang biasa – biasa saja, tapi untuk menjadi pribadi yang luar biasa. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s