Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Saudara dan Uang

Berbagi“Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara – saudara diam bersama dengan rukun!.” (Mazmur 133 : 1)

Ada sebuah keluarga yang memiliki dua orang anak. Pekerjaan sehari – hari mereka adalah petani.Yang seorang anak telah menikah dan yang lainnya belum. Ketika hari mulai senja, mereka selalu membagi hasil ladang secara merata. Hal ini berlangsung hingga orang tua mereka meninggal. Hingga suatu hari, setelah kepergian orang tua mereka, saudara yang masih lajang berpikir, “Tentulah kakakku membutuhkan lebih banyak padi di banding aku, ia memiliki keluarga sedangkan aku belum.”

Akhirnya setiap malam, dengan diam – diam si adik menyelinap masuk ke lumbung saudaranya dan meletakkan sekarung padi dari lumbung miliknya. Sementara itu, saudaranya yang telah menikah berpikir, “Tidak adil jika kami membaginya sama, seharusnya adikku mendapat bagian yang lebih banyak, aku memiliki istri dan anak – anak yang akan merawatku nanti di masa tua, sedangkan adikku tidak.”

Akhirnya setiap malam sang kakak juga dengan diam – diam meletakkan sekarung padi ke lumbung adiknya tanpa diketahui oleh adiknya. Keadaan itu terus berlangsung hingga suatu malam, tanpa disengaja mereka bertemu di lumbung padi milik sang kakak. Dan saat itulah mereka tersadar apa yang selama ini terjadi. Yaitu bahwa mereka sama – sama rela berkorban demi saudaranya terkasih, dan sama – sama lebih memikirkan saudaranya dibandingkan memikirkan dirinya sendiri. Malam itu mereka saling berpelukan dan menangis dengan penuh haru dan sukacita, karena masing – masing menyadari bahwa mereka berdua memiliki harta yang jauh lebih berharga dibandingkan padi itu, yaitu cinta kasih dan persaudaraan satu sama lainnya.

Sobat Talenta, persaudaraan harusnya didasari dengan kasih, bukan dengan yang lain. Namun seberapa banyak kita melihat persaudaraan pecah karena uang, karena masing – masing lebih mementingkan dirinya sendiri dibandingkan orang lain. Bahkan ada anak yang tega membunuh orang tuanya hanya karena harta. Istri bunuh suami hanya karena marah. Ayah jual anak karena butuh uang. Kakak dan adik bertengkar karena berebut harta, dan lain sebagainya. Marilah kita kembali ke arti dasar sebuah keluarga. Dasar dari sebuah keluarga adalah kasih dan bukan harta. Jadi stop bertengkar hanya karena masalah harta dan mari berhenti untuk saling berebut dan mementingkan diri sendiri, tetapi mari hadirkan persatuan dalam keluarga kita. Kalau kita bisa mengasihi orang lain yang bukan saudara kita, mengapa kita sulit mengasihi orang – orang yang adalah saudara kita sendiri? Karena harta terindah yang sesungguhnya bukan terlet8ak pada apa yang kita miliki, melainkan pada apa yang bisa kita beri. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s