Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Apa Yang Belum Kita Miliki

uang logam“Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.” (I Korintus 13 : 2)

Di negara Tiongkok, ada seorang yang sangat kaya raya yang mempunyai seorang hamba yang sangat lugu, sehingga orang – orang menyebutnya si bodoh. Suatu hari, sang tuan meminta hambanya yang lugu ini, untuk menagih hutang kepada penduduk di suatu desa. Kemudian dari hasilnya itu ia ditugaskan untuk memberi sesuatu yang belum dimiliki oleh tuannya.

Akhirnya berangkatlah hamba ini dan menagih hutang. Setelah semuanya selesai, ia mulai berpikir apa yang harus diberikan kepada tuannya. Setelah ia berpikir, ia kembali ke desa itu dan membagi – bagikan uang itu kepada penduduk setempat, sambil berkata, “Tuanku, memberikan uang ini kepada kalian.” Para penduduk pun bergembira dan memuji kebaikan hati sang tuan tersebut. Akhirnya pulanglah hamba yang lugu ini dan memberitahukan kepada tuannya bahwa tugas yang diberikan kepadanya telah selesai dilakukan. Sang tuan hanya bisa menggelengkan kepala melihat kebodohan hambanya ini.

Tahun demi tahun berlalu. Tiba-tiba terjadilah kelaparan yang hebat dan sang tuan juga terkena imbasnya. Karena bencana kelaparan tak kunjung selesai, akhirnya tuan ini mengalami kebangkrutan. Segala yang dimilikinya dijualnya kembali untuk biaya hidupnya. Namun, keadaan di kota itu juga belum berangsur pulih, harta sudah tak dimiliki lagi oleh sang tuan, dan ia terpaksa mengungsi ke kampung sebelah bersama hambanya yang lugu tadi. Akhirnya tuan ini disambut oleh penduduk setempat dengan ramah, mereka diberi makan dan tumpangan. Tentu saja sang tuan bingung. Akhirnya si hamba bercerita bahwa mereka adalah masyarakat yang pernah ia berikan uang atas nama tuannya. Si tuannya ingat bahwa ia pernah mengutus hambanya untuk menyuruhnya membelikan sesuatu yang belum ia punya. Hambanya menceritakan kepadanya bahwa yang belum dipunyai oleh tuannya adalah cinta di hati penduduk setempat. Dan inilah saat penuaian itu, dimana tuan tersebut menerima hasil dari cinta kasih yang dulu pernah ditaburkan hambanya dalam bentuk pembagian uang tersebut.

Sobat Talenta, apa yang harus kita lakukan saat ini, mungkin hasilnya tidak dapat kita rasakan dengan segera. Namun satu hal yang harus kita tahu, Tuhan tidak pernah berhutang. Apapun yang pernah kita berikan kepada orang lain yang paling hina, sesungguhnya, kita juga sedang memberikannya kepada Tuhan. Mari membagi setiap kehidupan kita dengan cinta kepada orang lain. Karena suatu hari kelak, kita akan mendapatkan tuaiannya. Mungkin kita sudah memiliki begitu banyak harta dan benda – benda materi. Namun bila kita belum memiliki cinta kasih dari orang lain, maka hidup ini belumlah berarti dan akan terasa hampa. Jadi, janganlah kita hanya berusaha mengumpulkan dan memiliki harta ataupun benda – benda materi di sekeliling kita. Tapi marilah kita juga mengumpulkan dan memiliki cinta kasih dari orang – orang di sekeliling kita, dengan cara berbagi dan mengasihi mereka. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s