Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Mendengar atau Mendengarkan

whisper“Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.” (Matius 13 : 19)

Hari ini hari Minggu. Tetapi karena bangun kesiangan, Adam, seorang anak kecil yang berusia 5 tahun berlari – lari menuju ke sekolah minggu di dekat rumahnya. Di tengah jalan, dia melihat penjual gorengan. Karena belum sarapan, ia membeli beberapa gorengan dan ia berencana akan memakannya sedikit demi sedikit di gereja saat kakak sekolah minggunya bercerita. Seperti biasa sekolah minggu sudah dipenuhi oleh anak – anak, mereka bernyanyi bergembira dan berdoa. Kini tibalah, Kak Agnes akan menyampaikan sebuah cerita tentang “Kejatuhan manusia pertama yaitu kisah Adam dan Hawa.”

Adam yang sudah merencanakan untuk makan gorengan, mulai mengeluarkan dan makan sedikit demi sedikit gorengannya. Kak Agnes dengan sangat antusias dan semangat 45 mulai bercerita. Di tengah – tengah cerita ia setengah berteriak, “…Tuhan bertanya, Adam…apa yang kau makan?”

Mendadak Adam kecil yang sedang asik makan berdiri dengan takut dan menjawab, “Gorengan, Kak…” @$@$$$$

Sobat Talenta, sesungguhnya ada perbedaan yang mendasar antara Mendengar dan Mendengarkan. Saat kita mendengar, kita hanya akan menganggap kebenaran Firman Tuhan hanyalah sebuah angin lalu dan kewajiban. Kita tidak bisa mengerti esensi dari kebenaran yang dibagikan itu. Seperti Adam kecil tadi, karena dia hanya mendengar cerita dari kakak Agnes dan sibuk memakan bekalnya, ia tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan.

Berbeda dengan mendengarkan. Saat kita mendengarkan, kita akan merenungkannya, melakukannya dan kita akan mengerti dengan benar esensi dari kebenaran Firman Tuhan yang sedang disampaikan.

Karena itu tidaklah mengherankan bila ada begitu banyak orang Kristen yang setiap minggu rajin beribadah di gereja dan selalu “mendengar” Firman Tuhan, namun hidupnya tidak mengalami perubahan. Karena dirinya hanya mendengar tanpa ada perenungan apalagi melakukan Firman Tuhan yang didengarnya dan dianggap sebagai angin yang berlalu. Jadi apa yang biasanya kita lakukan ketika Firman Tuhan diberitakan? Sekedar Mendengar atau sungguh – sungguh Mendengarkan? Mari menjadi pribadi yang “Mendengarkan” Firman Tuhan dengan sungguh – sungguh, supaya kita bisa selalu merenungkannya dan melakukan dalam kehidupan kita sehari – hari. Dan jangan pernah terkejut bila kehidupan kita semakin hari menjadi semakin mulia dan indah di hadapan Tuhan dan sesama kita. Bagaimana menurut Anda?

Selamat menyongsong Tahun yang Baru…HAPPY NEW YEAR…JESUS BLESS YOU

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s