Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Menuai

memberi“Camkanlah ini : Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga” (II Korintus 9 : 6)

Ada seorang kaya yang mempunyai 19 ekor sapi, dan orang kaya ini memiliki 3 orang anak. Mendekati ajalnya, dia membagikan warisan kepada ke tiga anaknya dengan pesan 1/2 untuk anak pertama, 1/4 untuk anak kedua dan 1/5 untuk anak ketiga.

Setelah sang bapak meninggal, ketiga anaknya membagikan sapi sesuai wasiat ayah mereka. Tapi mereka menemukan keganjilan, karena jumlah sapi peninggalan ayahnya 19 ekor sehingga masing – masing mereka akan mendapatkan bagian sapi yang tidak utuh. Masing – masing tidak mau mengalah dan berusaha mendapatkan bagian utuh. Akhirnya terjadilah pertengkaran diantara mereka. Tak disangka tetangga mereka yang miskin akhirnya menemui mereka, dan bersedia dengan ikhlas memberikan seekor sapinya supaya masing – masing anak akhirnya mendapat bagian yang utuh.
Anak – anak itu setuju, kini jumlah sapi setelah ditambah 1 ekor milik tetangga mereka menjadi 20 ekor. Dan mereka mulai membagi. Anak pertama mendapat 1/2 dari 20 yaitu 10 ekor, anak kedua mendapat 1/4 dari 20 yaitu 5 ekor, anak ketiga 1/5 dari 20 yaitu 4 ekor. Demikianlah masing – masing mendapatkan bagian yang utuh. Dan totalnya adalah 10 + 5 + 4 = 19 sisa 1 ekor, akhirnya dikembalikan pada bapak tetangga tadi. Ternyata dengan memberi, bapak tadi tidak kehilangan apa yang menjadi miliknya, justru dirinya dapat menjadi berkat bagi orang lain, karena telah menghindarkan tiga bersaudara itu dari pertengkaran dan perpecahan.

Sobat Talenta, menurut cara pandang dunia, barangsiapa suka memberi, ia akan mengalami kemiskinan dan kerugian. Tetapi hal ini berbeda dengan hukum kekristenan. Karena saat kita memberi, kita tidak akan kehilangan. Apa yang kita berikan kepada orang lain adalah sebuah taburan yang nantinya akan bertumbuh. Jadi, jangan pernah takut untuk memberi. Seperti bapak tetangga tadi, saat ia memberi ia tidak pernah kehilangan, justru hidupnya menjadi berkat bagi orang lain. Karena itu mari kita rajin menabur untuk orang lain dalam setiap aspek kehidupan kita, supaya kita dapat menjadi berkat bagi dunia ini, dan orang yang menjadi berkat pasti akan dikejar berkat. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s