Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Carilah Wajahnya

whisper“Carilah TUHAN dan kekuatanNya, carilah wajahNya selalu!.” (I Tawarikh 16 : 11)

Seorang pemuda yang baru saja kehilangan pekerjaan datang ke rumah seorang Pendeta tua. Pemuda itu berteriak – teriak memanggil Pendeta sambil mengeluh mengenai masalah yang menimpanya, “Pendeta…Pendeta aku banyak mengalami masalah dalam hidupku dan sekarang aku kehilangan pekerjaan. Mengapa bisa begini?”

Namun, rupanya sang Pendeta tak mendengar suaranya, hal ini membuat si pemuda semakin keras berteriak sambil mengepalkan tinjunya, “Pendeta! Kau bilang Tuhan akan selalu menolong, tetapi mengapa aku seperti ini?”

Mendengar ada suara ribut – ribut di luar, sang Pendeta tua pun berjalan keluar. Ia lalu mengucapkan sesuatu dan menanti tanggapan si pemuda. Tetapi si pemuda itu tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Pendeta tua. Masih diam di tempatnya, si pemuda bertanya, “Pendeta bilang apa?”

Sambil terus duduk di sebuah bangku kayu, sang Pendeta terus mengucapkan sesuatu, tetapi si pemuda masih belum bisa mendengar apa yang dikatakannya. Akhirnya ia pun mendekati Pendeta dan duduk di sampingnya. Sang Pendeta pun kini menepuk pundaknya dengan lembut sembari berkata, “Anakku, di dalam kekalapan karena masalah hidup, terkadang kita tidak bisa mendengar suara Tuhan, seolah – olah Dia tidak peduli terhadap kita, tetapi sebenarnya tidaklah demikian. Tuhan kadang berbisik, sehingga kita perlu mendekat kepadaNya untuk bisa mendengarkan suaraNya.” Pemuda itu akhirnya mengerti.

Sobat Talenta, dalam kehidupan ini, banyak dari kita seringkali menyalahkan Tuhan terhadap hal – hal yang sedang terjadi dalam hidup kita. Tuhan seakan – akan menjadi sasaran kemarahan kita, kita berteriak dan protes terhadap Tuhan dengan apa yang kita alami, bahkan kita menginginkan jawaban yang secepat mungkin. Dan ketika kita tidak mendapat jawaban itu, maka kita akan berpikir Tuhan tidak mendengar kita dan sedang menghukum kita. Namun, satu hal yang harus kita tahu, kadang Tuhan berbisik memberikan jawaban, karena tujuanNya adalah supaya kita datang mendekat padaNya dan berbicara denganNya dengan lembut.

Jadi, mulai saat ini, dalam menghadapi setiap permasalahan kehidupan, mari berhenti berteriak penuh amarah dan penuh kekecewaan kepada Tuhan, tetapi marilah kita duduk diam dekat denganNya dan merasakan damai sejahteraNya. Karena hanya di dekatNya kita bisa tetap tenang, kita bisa merasakan damai sejahtera, dan kita bisa yakin bahwa pertolonganNya tidak akan pernah terlambat dan rencanaNya selalu yang terbaik bagi setiap kita. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s